Desainer Eema Assegaf Alih Profesi Karena Pandemi

IN
Oleh inilahcom
Senin 07 September 2020
share
 

Desainer Eema Assegaf merupakan satu dari sekian desainer yang terdampak pandemi COVID-19. Terlebih selama ini pemilik butik Jemima House ini lebih banyak berkecimpung pada busana pengantin sehingga pendapatan minus.

Namun demikian, Eema tak pantang menyerah begitu saja. Demi bertahan hidup dan agar tidak merumahkan karyawan, Eema berputar otak dengan beralih usaha ke bidang kuliner. Eema kemudian menjalankan bisnis lain yakni restoran 69StreetCafe dan juga catering Dapur 69.

"Seperti kita tahu, pesta pernikahan stop sama sekali. Mau tidak mau saya harus putar otak. Saya harus menghidupi 12 karyawan dan keluarga. Tidak ada karyawan yang saya PHK sampai saat ini," ungkap Eema Assegaf saat peluncuran 69 Street Cafe, di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Desainer yang menjadi langganan selebritas ini menuturkan, menjalani bisnis kuliner di masa pandemi COVID-19 bukanlah sesuatu yang mudah.Terlebih ini merupakan bidang baru karena selama ini dirinya merupakan desainer mode. Namun dengan modal nekat dan kreatifitas, Eema kemudian merintis bisnis kuliner sebagai pilihan.

Ia membuka 69 Street Cafe yang kini menjadi tempat santai dan nongkrong kalangan muda. Berada di lantai 1 dengan konsep lesehan dan juga di lantai 2 yang oudoor, 69 Street menawarkan berbagai menu makanan ringan dan juga berat.

"Kopi bisa, makanan ringan lainnya juga ada. Lengkaplah. Sop buntut juga ada. Makanya, kita terus kreatiflah dengan apa yang kita punya. Biar usaha tetap jalan dalam situasi seperti saat ini," papar Eema Assegaf.

Membuka usaha kuliner di tengah pandemi, Eema tentu menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Baik bagi karyawan maupun pengunjung kafe.

"Yang namanya didatengin Satpol PP sering banget, tapi kita juga memang terapkan protokol kesehatan, jadi sejauh ini sih nggak ada masalah sih," paparnya.

Selain itu, Emma juga mengkolaborasikan kedua sayap bisnisnya dengan menggabungkan menjadi satu. Yakni bisnis katering Dapur 69 dan wedding organizer (WO) dalam skala terbatas.

"Baju pengantin kan enggak jauh dari dua hal itu, makanya saya coba aja. Yang penting karyawanku masih bisa kerja," ujar desainer yang kini juga membuka kursus desain bagi kalangan milenial itu.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA