Penyelenggara Pernikahan Bangkit di Tengah Pandemi

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Rabu 09 September 2020
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Pandemi covid-19 memberikan dampak bagi segala sektor usaha. Salah satunya adalah berdampak pada penyelenggara pernikahan.

Menurut Irwan Iden Gobel selaku Ketua Umum Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI), sektor penyelenggara wedding menjadi yang paling mengalami keterpurukan. Dia menyebutkan ada sekitar 70 persen penurunan yang terjadi pada sektor penyelenggara pernikahan.

"Pandemi covid- 19 menyebabkan penurunan 70 persen di sektor penyelenggara pernikahan. Dampak yang paling besar adalah dari wedding industri, karena tidak bisa melayani klien atau pasangan calon pengantin," kata Irwan usai menggelar rapat pleno PPJI DPP DKI Jakarta di kantor Nendia Primarasa, Jakarta, baru - baru ini.

Dia menjelaskan, keterpurukan di sektor bisnis penyelenggara wedding terjadi sejak awal pandemi covid-19 di Indonesia, sekitar Maret, April, hingga saat ini. Banyaknya pihak yang terlibat dalam sebuah penyelenggaraan pernikahan menjadikan pergerakan perekonomian atau perputaran ekonomi berhenti selama pandemi.

"Karena, dalam satu gelaran pernikahan ada banyak orang terlibat. Vendor, pemain musik, penyanyi, penyedia makanan, penyedia jasa gedung, perias pengantin, penyedia jasa busana, dan banyak lagi," tambah Irwan.

Masih menurutnya, dalam sebulan, sebuah usaha cathering jika dihitung sebelum pandemi covid-19 bisa melayani klien sebanyak 200 acara, kini hanya melayani 20 hingga 60 acara dalam skala kecil.

"Biasanya, mereka menggelar acara yang berisi paling tidak seribu orang. Kini, hanya skala kecil, karena harus menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah," ujar Irwan.

Agar sektor penyelenggara pernikahan tetap bergerak, PPJI terus berupaya memberikan pelatihan bagi para anggotanya.

Karena bergerak dibidang penyedia makanan, PPJI memberikan pelatihan untuk para penyedia makanan agar mulai bergeser membuat frozen food. Karena ini dinilai sangat masuk di masa pandemi covid-19.

"Gimana caranya bikin frozen food. Kami berikan pelatihannya. Kami menjual makanan di industri wedding sekarang berubah masuk ke retail," tegasnya.

Tidak hanya itu, cara menampilkan makanan tersebut untuk dijual melalui online sangat didukung dengan tampilan foto. PPJI, lanjut Erwin, juga memberikan pelatihan fotografi yang mudah melalui telepon pintar.

"Kami bekerjasama dengan asosiasi fotografer. Dengan pakai handphone, sangat standard, tetapi bisa menampilkan foto makanan dengan mudah dan bagus," paparnya.

Senada dengan Ketua Umum PPJI, pemilik Nendia Primarasa, H. Heru Pujihartono memberikan banyak workshop pada karyawan Nendia Primarasa di tengah pandemi covid-19.

"Kami memberikan pelatihan kepada karyawan dan tetap terus menerapkan protokol kesehatan. Mereka juga dilatih bagaimana menjalankan protokol kesehatan ketika menyajikan makanan kepada klien," kata Heru.

Heru menambahkan, Nendia Primarasa menjadi salah satu usaha yang terdampak dari pandemi covid-19. Meski begitu, dia tidak tinggal diam. Dia terus berupaya untuk memberikan semangat kepada karyawannya agar tetap bangkit dari keterpurukan yang ada.

"Upaya kami untuk menjaga karyawan dengan selalu memberikan vitamin kepada mereka, kemudian, menjaga kesehatan, dan cek kesehatan secara berkala," tambah Heru.

Masih menurut Heru, pandemi covid-19 harus disikapi bersama dengan bijak.

"Alhamdulillah, sekarang mulai membaik dan kami, Nendia Primarasa tetap menjalankan protokol kesehatan dan menyesuaikan dengan aturan dari pemerintah," tegas Heru.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA