Tiga Penyakit Kronis Terbanyak di Jawa Timur

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Rabu 14 Oktober 2020
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 terdapat tiga penyakit kronis dengan penderita tertinggi di Jawa Timur.

Hipertensi berada di urutan pertama dengan total penderita mencapai 11.481.333, diikuti dengan penderita penyakit jantung sebanyak 599.339, dan terakhir adalah penyakit stroke dengan total penderita hingga 391.984.

Dr. Achmad Lefi, dr, SpJP (K), FIHA mengungkapkan perlunya mengenali berbagai faktor resiko serta pencegahan penyakit kronis salah satunya adalah penyakit jantung.

"Secara umum, serangan jantung adalah kondisi jantung tertutup rapat atau terjadi
pembekuan secara mendadak karena tidak adanya asupan nutrisi oksigen ke dalam dada," kata Achmad Lefi, sepeti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Rabu, (14/10/2020).

Ada beberapa tanda-tanda seseorang mendapatkan serangan jantung, diantaranya, rasa sakit, nyeri, atau tidak nyaman di tengah dada. Nyeri tersebut kemudian menjalar ke lengan kiri, bahu, punggung, leher seperti rasa tercekik.

"Lalu diikuti dengan sesak nafas, mual, muntah, pusing, hingga bisa pingsan," tambahnya.

Dr. Lefi menambahkan saat ini penderita penyakit jantung di Indonesia mencapai 16,8 juta orang dengan dominasi usia penderita 45-65 tahin sebanyak 6,88 juta. Karenanya diperlukan solusi bagi penderita penyakit jantung untuk meningkatkan keteraturan dalam mengonsumsi obat.

"Saya melihat, Lifepack dapat menjadi solusi pemecahan masalah untuk meningkatkan keteraturan minum obat bagi penderita penyakit kronis salah satunya penyakit jantung," kata Lefi.

Lifepack merupakan apotek digital untuk penyakit kronis yang menghadirkan solusi meningkatkan Medical Adherence atau kepatuhan terhadap pengobatan dengan menghadirkan Blister Pack atau Kotak Obat Sekali Pakai. Kotak obat ini diatur berdasarkan waktu konsumsi, pagi, siang, sore, dan malam.

Di dalam kotak obat ini telah terdapat informasi secara lengkap di setiap kotaknya dengan detail seperti tanggal konsumsi obat, waktu konsumsi obat, serta nama pasien tertera di kotak obat. Selain itu melalui aplikasi Lifepack terdapat fitur pengingat konsumsi obat.

"Kami berharap, hadirnya apotek digital Lifepack di kota Surabaya dapat memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat untuk mendapatkan obat. Dengan menawarkan berbagai inovasi terbaru dalam dunia kesehatan, salah satunya Blister Pack dan fitur pengingat minum obat, dapat membantu meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan khususnya bagi penderita penyakit kronis. Lifepack berkomitmen untuk memberikan standar tertinggi dalam pengobatan bagi penderita penyakit kronis, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia," papar Natali Ardianto, selaku CEO Lifepack & Jovee.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA