Menparekraf Luncurkan Program 'We Love Bali'

IN
Oleh inilahcom
Rabu 07 Oktober 2020
share
 

INILAHCOM, Gianyar - Bali Safari and Marine Park, Kabupaten Giayar, Bali dipilih menjadi tempat di mana Menteri Pariwisata Ekonomi dan Kreatif, Wishnutama Kusubandio meresmikan program wisata 'We Love Bali.'

Program ini bertujuan mengedukasi dan mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan berbasih CHSE (Clean, Health, Safety Environment) untuk pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif serta keseluruhan masyarakat Bali.

Pemerintah Indonesia menawarkan tur dan staycation gratis kepada 4400 penduduk pulau Bali, dalam perjalan wisata selama tujuh minggu di berbagai tempat wisata di Bali, yang terbagi menjadi 10 program tempat wisata, untuk menguji protokol kesehatan tempat wisata yang dikunjunginya.

Kenapa Bali Safari terpilih sebagai tempat peluncuran program pemerintah ini? Karena reputasinya menjaga protokol kesehatan dengan ketat tentu saja.

"Sejauh yang saya perhatikan dalam kunjungan ini, mulai dari loket sampai ke seluruh fasilitasnya, Bali Safari telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Ini penting untuk meyakinkan pengunjung bahwa destinasi ini aman Covid-19," ujar Wisnutama.

Thomas Colbert, General Manager Bali Safari, mengungkapkan keseriusan Bali Safari mewujudkan tempat rekreasi yang aman dan nyaman di tengah pandemi ini.

"Peluncuran program We Love Bali dilakukan di Bali Safari sangatlah penting karena ini menunjukkan Bali itu tempat yang aman dan nyaman. Terutama Bali Safari tempat yang sangat mementingkan protokol kesehatan, dan terpilih sebagai tempat rekreasi pertama yang buka saat lockdown dulu, kami tutup 27 Maret sampai 9 Juli 2020 yang lalu, setelah itu boleh buka karena protokol kesehatan yang bagus. Kami menjadi contoh yang baik bagi usaha rekreasi yang lain," ungkapnya.

Usaha yang dilakukan oleh Bali Safari antara lain mendesinfektan seluruh area, desinfektan mobil yang datang, banyak tempat cuci tangan dan hand-sanitizer, rapid tes bagi semua karyawan, dan memastikan kapasitas isi kendaraan dikurangi setengah dan selalu dibersihkan sebelum pengunjung lain masuk.

Dari sisi pengunjung, Bali Safari meminta seetiap pengunjung juga mematuhi protokol kesehatan yang ketat, mulai dari fit dan dalam keadaan sehat saat berkunjung, diperiksa temperatur suhu tubuh, memakai masker, sudah mencuci tangan, serta menjaga jarak selama di area Bali Safari. Tidak ada interaksi langsung dengan satwa, tetapi foto tetap boleh dengan berjarak.

Hadir di acara peluncuran program ini, beberapa selebriti turut antusias menyuarakan dukungan akan kebangkitan pariwisata Indonesia di masa pandemi ini. Happy Salma, seorang selebriti, aktres dan penulis yang sudah tinggal sekitar 10 tahun di Bali, tampak tampil cantik berkebaya Bali dan semangat mengikuti jalannya acara. Happy berujar,
"Bali Safari melambangkan simbol di Bali. Kalau Bali Safari dibuka, berarti Bali itu aman dan nyaman. Jadi Bali Safari membawa efek domino ke semua tempat rekreasi keluarga yang aman dan dekat dengan alam. Bali Safari memberi kepercayaan diri pada pengusaha lain untuk membuka usahanya. Saya sebagai pengunjung merasa aman, nyaman, dan senang menikmati Bali Safari," katanya.

Tamu undangan istimewa, orang asing pun ikut mendukung dan menyuarakan suara. Contohnya, Alistair Speirs yang sudah tahunan tinggal di Indonesia dan aktif bekerja di bidang publishing marketing PR serta sempat menjadi bagian dari Bali Bombing Recovery program, Chairman PATA Indonesia, dan peraih penghargaan Order of the British Empire oleh Ratu Inggris untuk bidang sosial dan komuniti.

"Bali sangat tergantung dengan pariwisata. Untuk sukses di bisnis kelas dunia yang kompetitif, dibutuhkan tempat wisata yang memenuhi standar dunia dengan keindahan alam. Inilah Bali Safari. Dengan latar belakang hiburan yang mengedukasi, Bali Safari memberikan kualitas itu, ditambah kehangatan dan keramahan penduduk Bali, Bali Safari menduduki posisi tertinggi untuk standar wisata," ucap Alistair.

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA