Cuci Tangan Cegah Penularan Virus Paling Sederhana

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Sabtu 17 Oktober 2020
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Mencuci tangan menjadi salah satu pencegahan penularan virus paling sederhana yang bisa dilakukan masyarakat.

"Pandemi COVID-19 telah menjadi pengingat bahwa satu penangkal penularan virus yang paling sederhana adalah cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir," kata Direktur Jendral Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Kirana Pritasari, Jakarta, pada webinar, baru - baru ini.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutan pada webinar Kampanye Nasional dan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Seduni. Upaya tersebut kata Kirana mendapat dukungan mitra kerja, baik organisasi internasional maupun dunia usaha.

Kolaborasi dengan para mitra antara lain untuk memastikan promosi dan ketersediaan sarana cuci tangan yang berkelanjutan.

"Saya mengajak semua pemangku kepentingan bergabung dengan kami dalam menjadikan kebersihan tangan dapat dilakukan semua orang," lanjut Kirana.

Adapun yang bisa dilakukan sektor swasta secara rinci adalah:

1. Menetapkan kebijakan dan protokol untuk kebersihan tangan dan menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun di kantor, pabrik, dan area perumahan staf mereka.

2. Bekerja sama dengan pemerintah dan mitra pembangunan untuk meningkatkan akses ke CTPS di sekolah, fasilitas kesehatan, tempat umum dan komunitas serta meningkatkan operasionalisasi dan pemeliharaanfasilitas yang terpasang.

3. Produsen sarana kebersihan tangan memastikan keterjangkauan melalui inovasi produk dan rantai pasokan dan bekerja dengan entitas publik untuk model penetapan harga yang dapat diakses.

4. Selalu mempromosikan perubahan perilaku kebersihan di antara basis pelanggan dan berbagai jaringan.

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Riskiyana Sudadi Putra mengatakan, gerakan cuci tangan ini tidak sulit kalau dilakukan bersama-sama.

"Sudah ada 37 perusahaan yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam kegiatan promosi Kesehatan, kita bisa menggandeng partner sesuai kompetensi dan aktivitas di perusahaan masing," tambahnya.

Perusahaan tersebut antara lain Unilever Indonesia, Wings, dan Astra yang juga hadir dalam webinar peringatan Hari Cuci Tangan.

Ratu Mirah Afifah, Head of Sustainabilty, Beauty Personal Care and Home Care Unilever Indonesia Foundation, mengatakan selama 80 tahun di Indonesia sudah banyak yang dilakukan untuk mendukungan kebiasaan sehat dan hidup bersih di masyarakat. Salah satunya membangun kebiasaan cuci tangan di tiga pilar utama, yaitu di sekolah, posyandu dan rumah sakit.

"Kami melakukannya secara sustainable yaitu dengan pelatihan dan kampanye cuci tangan pakai sabun bekerja sama dengan NGO," katanya. Kampanye dilakukan dengan mempertimbangkan waktu yang cukup. "Kami melakukannya selama 21 hari, agar bisa membangun kebiasaan," lanjut Mirah.

Sedangkan organisasi masyarakat sipil, pemikir, pemuka masyarakat dan pemuda bisa berperan mengadvokasi, dan melaksanakan program untuk meningkatkan akses cuci tangan pakai sabun bagi semua warga, terutama yang paling rentan dan terpinggirkan.

Debora Comini Representative UNICEF Indonesia mengatakan belajar dari situasi saat ini tidak ada satu pemerintahan atau negara atau satu organisasi pun yang bisa mengatasi pandemi Covid-19 sendiri.

"Sehingga kolaborasi sangat penting, UNICEF selama ini bekerja sama dengan pemerintah, organisasi nonprofit lain, dan perusahaan swasta dalam kampanye cuci tangan," katanya.

Cuci tangan kata Debora bukan hanya efektif mencegah transmisi virus, tetapi juga sangat mudah dilakukan sehingga bisa menjadi kerja bersama.

Salah satu yang harus menjadi perhatian, sampai saat ini di banyak tempat masih belum tersedia sarana cuci tangan. Kolaborasi berbagai pihak bisa mencari solusi untuk meningkatkan akses masyarakat d ke tempat cuci tangan.

Sementara itu, Erwin Simangungsong dari Save the Children mengingatkan perlu kolaborasi bersama untuk mengedukasi publik. Sebab selama ini masih ada pandangan yang salah tentang cuci tangan.

"Misalnya di masyarakat masih ada yang menganggap cuci tangan untuk membersihakan tangan yang kotor sehabis makan," kata Erwin mencontohkan.

Untuk itu masyarakat perlu diingatkan bahwa mencuci tangan adalah membersihakan tangan untuk menlindungi diri dan orang lain, yang harus dilakukan, termasuk sebelum makan, ketika mau menyuapi bayi, setelah BAB, dan lain-lain. Kebiasaan ini harus dibangun secara berkelanjutan bukan hanya saat pandemi.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA