Tips Melindungi Hati dan Daya Tahan Tubuh

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 24 Oktober 2020
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Tidak banyak orang menyadari dirinya kerap mengalami penyakit hati.

Laporan hasil riset kesehatan dasa r(Riskesdas) menyebutkan prevalensi hepatitis berdasarkan riwayat diagnosis dokter menurut provinsi tahun 2018 total 1.017.290 orang terdiagnosa hepatitis per tahun, jika di persentasekan sebanyak 0,39 persen populasi masyarakat Indonesia.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Mei 2018, menyebutkan, hepatitis merupakan penyumbang terbesar yang menyebabkan 1,34 juta kematian di tahun 2015.

Jumlah yang melebihi kasus human immunodeficiency virus (HIV) dan hampir menyamakan kasus tuberkulosis (TBC).

Asia Pasific merupakan wilayah memiliki pangsa virus hepatitis B (HBV) dan virus hepatitis C (HCV) terbesar di dunia. Sebanyak 74 persen dari global kematian akibat kanker hati terjadi di Asia, termasuk Indonesia.

Sementara 9 dari 10 pengidap tidak menyadari dirinya memiliki hepatitis B bahkan C. Dan 1 dari 4 pengidap akan meninggal karena kanker atau gagal hati. Sehingga bisa dikatakan hepatitis ini silent killer (pembunuh diam-diam).

Upaya pencegahan perlu dilakukan agar hati tetap sehat. Nenek moyang kitapun telah memanfaatkan salah satu tanaman yang berkhasiat untuk kesehatan hati atau liver.

Temulawak adalah salah tanaman asli Indonesia dengan nama latin Curcuma Xanthorrhiza.

Tanaman herbal ini mengandung zat aktif berupa curcumin, yaitu senyawa berwarna kuning yang terkandung dalam temulawak dan kunyit yang sudah dipercaya oleh masyarakat Indonesia akan manfaatnya.

DR (Cand) dr Inggrid Tania, M.Si, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) mengatakan, aktivitas curcumin bersifat antioksidan, anti peradangan, imunomodulator atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara meregulasi respon imun.

"Kemudian khasiat terkenal lainnya juga bersifat hepatoprotektor atau melindungi fungsi hati, melalui mekanisme kerjanya sebagai antioksidan yang dapat menangkal proses oksidasi oleh radikal bebas," papar Inggrid saat webinar soho, Jakarta, Sabtu, (24/10/2020).

Berikut adalah tips konsumsi curcumin yang baik:

1. Cucurmin yang terdapat di temulawak bisa dikonsumsi dalam bentuk segar atau ekstrak seperti Curcuma Force.

"Mengonsumsi dalam bentuk yang segar, itu baik juga. Kelemahan yang segar itu adalah kita sulit untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang besar," kata dokter Inggrid.

2. Jika konsumsi temulawak dalam bentuk yang segar, harus dipastikan apakah misalnya tanamannya itu bebas dari cemaran pestisida, cemaran logam berat, dsb. Memastikan itu tidak mudah dan orang awam juga tidak bisa.

3. Masalah kepraktisan, sediaan modern ini lebih praktis

Saat ini masyarakat diberikan kemudahan dalam mencari ekstrak temulawak untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

4. Untuk keluhan-keluhan atau gangguan yang sudah agak berat misalnya terjadi peradangan di hati maka butuh dosis yang lebih besar dan terstandard atau terukur. Sehingga lebih baik memakai esktrak curcumin yang terstandard. Apalagi dosisnya sudah diukur.

"Setiap hari boleh dikonsumsi karena Curcumin berasal dari ekstrak Temulawak. Ekstrak temulawak ini sudah dipastikan aman untuk pemakaian jangka panjang. Jadi, bisa dikonsumsi setiap hari dengan dosis yang tertera, misal tiga kali 1 tablet. Kandungan Curcumin dan Piperin ini juga bagus dikonsumsi oleh semua segmen usia, baik anak-anak maupun orang dewasa.Tipsnya, mengonsumsi sesuai dosis," kata Dokter Inggrid.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA