Osteoporosis Berpotensi Meningkat di Indonesia

IN
Oleh inilahcom
Minggu 01 November 2020
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Asia merupakan daerah yang terdampak masalah kesehatan osteoporosis.

Osteoporosis merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum dan mahal, di mana kemajuan sosial ekonomi dibarengi dengan populasi penduduk yang menua dengan cepat.

Asia Tenggara, Osteoporosis memiliki dampak yang parah pada kualitas hidup dan kemandirian penderitanya, dan merupakan beban sosial dan ekonomi yang cukup besar bagi individu, komunitas dan sistem kesehatan masyarakat. Di Indonesia, potensi Osteporosis bisa saja terus meningkat, mengingat diperkirakan 71 juta orang akan berusia di atas 60 pada tahun 2050.

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia: 32.3 persen perempuan di Indonesia mengalami osteoporosis. Persatuan Osteoporosis Indonesia bahkan memperkirakan sekitar 90 persen dari perempuan Indonesia mengalami osteopenia.

Banyak faktor yang dapat menurunkan kepadatan tulang pada perempuan seperti saat kehamilan dan menyusui bahkan penurunan kadar hormone esterogen di masa menopause.

"Jika kondisi ini tidak dicegah dan ditangani dengan baik, maka dapat berpengaruh pada kualitas hidupnya. Perempuan memiki peran penting bagi keluarga dan pemberdayaan dirinya sendiri. Memiliki tulang yang sehat dan kuat akan membantu perempuan dalam menjaga kualitas hidupnya baik saat ini maupun di masa depan," kata Kinshuk Kunwar, Direktur PT Bayer Indonesia dan Country Head Consumer Health, saat webinar kepada media, Jakarta, Minggu, (01/11/2020).

Penelitian International Osteoporosis Foundation menunjukkan, risiko perempuan untuk terkena Osteoporosis empat kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki . Sebanyak 40,6 persen perempuan Indonesia berusia 20-29 tahun memiliki massa tulang rendah, yang meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang dalam 20 tahun ke depan saat mereka mencapai menopause.

Proporsi risiko osteoporosis pada perempuan semakin tinggi setelah berusia 55 tahun, sebagian besar disebabkan adanya retak tulang pada perempuan yang berhubungan erat dengan perubahan metabolisme tulang pada umur post-menopause.

Proses Osteoporosis berlangsung dalam jangka panjang sehingga terkadang penderitanya tidak menyadarinya sampai kerusakan benar-benar terjadi. Osteoporosis yang seringkali dikaitkan dengan orang-orang berusia lanjut, namun nyatanya bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia muda sekalipun.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA