Apa itu Penyakit Moluskum Kontagiosum?

IN
Oleh inilahcom
Rabu 04 November 2020
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Penyakit Moluskum Kontagiosum (MK) yang merupakan salah satu jenis penyakit kulit, sampai saat ini belum banyak diketahui masyarakat.

Mengenali gejala penyakit ini juga tidak mudah, sehingga deteksi dini sulit dilakukan.

Namun demikian, penyakit yang sering dikenal dengan istilah jerawat genital ini akan mengganggu kenyamanan pasiennya dan dalam jangka panjang, akan menurunkan kualitas hidup mereka.

Masyarakat dihimbau untuk segera konsultasi ke dokter penyakit kulit dan kelamin jika mendapati jerawat yang cepat sekali bertambah banyak, yaitu di sekitar area genital pada orang dewasa dan di sekitar punggung, kaki, tangan dan dada pada anak.

Moluskum Kontagiosum merupakan infeksi pada kulit yang disebabkan oleh poxvirus.

MK menimbulkan benjolan dengan ukuran diameter biasanya kurang dari 0,25 inci dan memiliki titik kecil ditengah benjolannya.

Penyakit ini merupakan infeksi virus yang sangat menular dan dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak kulit ke kulit, berbagi pakaian, atau hanya dengan menyentuh benda yang disentuh penderita yang terinfeksi.

dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, CEO Klinik Pramudia mengatakan, hingga saat ini belum terdapat data epidemiologi yang akurat untuk penyakit Moluskum Kontagiosum.

"Ada penelitian yang menyatakan insiden MK sebesar 1200-1400 kasus per 100,000 penduduk per tahun di seluruh dunia," katanya, Jakarta, Rabu, (04/11/2020).

Berdasarkan kasus MK yang ditemukan di Klinik Pramudia selama 2019 -2020, ditemukan rata-rata sebanyak 2-4 kasus per bulan, baik pada anak maupun dewasa.

Ditemukan juga beberapa kasus MK pada penderita HIV selama kurun waktu tersebut.

"Tidak ditemukan jumlah perbedaan kasus MK pada ras dan jenis kelamin yang berbeda. Penderita MK anak di Klinik Pramudia berusia 2-10 tahun dan usia 20-60 tahun pada kasus dewasa," paparnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA