Praktisi Hukum Berbagi Tips Cegah Pandemi COVID-19

IN
Oleh inilahcom
Rabu 11 November 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Managing Partner dari Frans & Setiawan Law Office, Hendra Setiawan Boen menerapkan kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19.

Apalagi, dirinya aktif menjalankan aktivitas persidangan. Padahal, terungkap virus asal Wuhan, China ini sudah menjalar ke beberapa pengadilan.

Oleh karena itu, penting menjaga kebersihan selama menjalankan aktivitas di luar rumah. "Prinsip saya adalah kita tidak bisa memaksa orang untuk sadar menjalankan protokol kesehatan, tapi kita bisa menjaga diri sendiri. Jadi terpulang ke setiap individu saja," kata dia.

Hendra mengatakan, saat ini, selalu membawa hand sanitizer dan menggunakan masker dan menjaga jarak. Biasanya Hendra menggunakan masker medis yang dilapis dengan masker kain dan face-shield. Namun, apabila harus melakukan kegiatan di keramaian, dia menggunakan masker jenis full-face respirator.

Berkaca dari pengalaman ketika menggunakan masker biasa, terkadang masih dapat tercium bau asap rokok, ataupun asap kendaraan. "Saya mengambil logika sederhana saja, partikel asap tentu lebih besar daripada partikel virus sehingga apabila asap masih bisa tercium maka bagaimana dengan virus dengan ukuran yang jauh lebih kecil," ujar Hendra.

Hendra menuturkan, pilihan lain adalah menggunakan masker wearable dengan teknologi air purifier. "Masker jenis ini biasanya memakai filter H13 HEPA yang mencegah masuknya bakteri, virus atau partikel jahat lain. Selain itu masker elektrik tersebut juga dilengkapi dengan kipas sehingga pengguna dapat bernapas dengan normal tanpa merasa sesak."

"Segera mandi dan membersihkan mobil dan barang-barang yang dibawa dari luar menggunakan disinfektan juga sudah menjadi kebiasaan keluarga di rumah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran Covid-19 dan melindungi anggota keluarga," katanya lagi.

Setiap orang yang mau masuk rumahnya, Hendra mewajibkan semprot alkohol. Termasuk tukang air mineral galon, atau tukang untuk melakukan reparasi rumah. Setelah selesai, semua area yang dilewati disemprot disinfektan. Artinya, protokol kesehatan di manapun harus dijaga ketat.

Kecuali untuk urusan pekerjaan pribadi dan keluarga sudah jarang pergi ke tempat keramaian atau kerumunan dengan orang banyak. Kalaupun terpaksa harus keluar rumah seperti ke pasar maka protokol kesehatan yang sangat ketat akan dijalankan.

Untuk menjaga kesehatan diri, para lawyer dan staf yang bekerja di Frans & Setiawan Law Office, sejak Maret 2020, sepakat menjalankan pekerjaan dari rumah secara penuh waktu (working from home/WFH). Kebijakan ini diambil setelah melihat saat itu pemerintah cenderung seperti meremehkan wabah yang terjadi di Kota Wuhan seperti mengatakan wabah itu tidak akan masuk Indonesia, orang Indonesia kebal virus covid-19 dan lain sebagainya.

"Keamanan dan kesehatan staf kami adalah prioritas nomor 1 dan paling utama. Uang bisa dicari tapi nyawa kalau hilang tidak bisa diganti. Dengan alasan ini kantor kami masih akan menjalankan WFH sampai pandemi ini selesai," ungkapnya.

Hendra melanjutkan, "Komunikasi dengan para klien juga diusahakan tidak melalui pertemuan tatap muka. Kita cukup beruntung dengan banyaknya teknologi yang mendukung komunikasi jarak jauh. Sejauh ini hampir semua klien memahami alasan kami."

Selain itu, untuk meminimalisir resiko tertular Covid-19 dari makanan atau minuman yang dibeli dari luar, ia akan memperhatikan terlebih dahulu pegawai yang mempersiapkan makanan atau minuman tersebut. Hendra akan memilih tidak membeli apabila para pegawai terlihat melalaikan protokol kesehatan.

Makanan yang dibeli-pun biasanya tidak langsung disantap melainkan dibawa pulang dan dipanaskan terlebih dahulu sebelum dimakan. Hendra menjelaskan "Kalau terlanjur lapar maka saya akan memilih makanan berkuah panas dan membersihkan sendok dengan mencelupkan ke dalam gelas air panas selama beberapa menit."

Ketika ditanya bagaimana COVID-19 memengaruhi kegiatan di kantor, Hendra menjawab: "Dari awal berdirinya Frans & Setiawan, kami telah menerapkan penggunaan teknologi tinggi sehingga tidak terkaget-kaget saat harus meninggalkan cara bekerja konvensional. Walaupun pandemi memang mengganggu rencana bisnis yang sudah kami rancang tapi sejauh ini kami masih beruntung karena masih bisa bekerja dengan relatif normal." [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA