Hadapi Pandemi COVID-19

PPJI Ajak Pelaku Jasa Boga Bangkit

IN
Oleh inilahcom
Rabu 18 November 2020
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional secara virtual, Rabu 18 November 2020.

Dalam sambutan pembukaan Rakernas, Ketua Umum PPJI Iden Gobel menekankan pentingnya untuk bangkit dari keterpurukan di tengah kondisi pandemi yang penuh ketidakpastian ekonomi ini.

"Kondisi ini mendorong kita untuk bergerak bersama, melakukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, menyatukan tujuan dan bersama menggerakkan sektor ekonomi untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional," kata Iden Gobel, di Jakarta, Rabu, (18/11/2020).

Pada kesempatan Rakernas ini Iden Gobel menginformasikan pula kehadiran anggota baru DPD PPJI Bangka Belitung dengan Ketua Ibu Letty.

Selain itu, PPJI akan bekerja sama dengan Halal Institut dan asosiasi halal lainnya membuat Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk menghasilkan penyelia halal yang akan disertifikasi sebanyak 26 juta penyelia di seluruh Indonesia.

Rencana ke depan lainnya yang dikemukakan Iden Gobel mengenai penyelenggaraan pameran secara virtual, kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, kementerian Koperasi dan UKM, serta instansi lainnya.

"Banyak pekerjaan rumah yang perlu PPJI lakukan dan untuk itu perlu dukungan dari semua anggota PPJI dan stakeholder lainnya. Meski acara ini di tengah keterbatasan, diharapkan Rakernas ini bisa menghasilkan solusi-solusi yang bermanfaat bagi anggota PPJI dan masyarakat luas," tambah Iden.

Sementara itu, DPD PPJI DKI Jakarta, pada kesempatan yang sama, mengukuhkan pengurus baru, salah satunya Heru Pujihartono, pemilik Nendia Primarasa yang menjadi wakil ketua bidang organisasi PPJI DKI Jakarta.

Sebagai pelaku usaha, Heru menyambut baik adanya pemberian izin dari pemeritah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, untuk menggelar pesta pernikahan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Saat menggelar pesta pernikahan, harus dibatasi 25 persen dari kapasitas gedung. Ini menjadi sebuah hal yang positif bagi saya dan teman - teman di PPJI DKI Jakarta, untuk menggerakkan usaha jasa boga, terutama di bidang jasa wedding," papar Heru.

Hal tersebut, menjadi sebuah angin segar agar dunia jasa wedding kembali bergeliat.

Untuk mendukung dan menjalankan protokol kesehatan, pemilihan gedung juga sangat menjadi pertimbangan untuk menggelar acara pernikahan.

Masih menurut Heru, salah satu syarat menggelar pernikahan di tengah pandemi yang harus dipatuhi adalah, memilih gedung yang sudah memiliki izin dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta.

Ketua DPD PPJI DKI Jakarta, Siti Djumiadini menambahkan, dengan adanya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akhirnya memberikan izin menggelar pernikahan di gedung, pihaknya terus menjalankan usaha memberikan pelatihan kepada pramusaji agar bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Maklum, Siti memaparkan, gelaran pesta pernikahan di masa pandemi saat ini sangat berbeda dengan pesta pernikahan sebelumnya.

"Kami tidak ingin sembarangan, karena ketika dipraktikan di lapangan, harus siap. Boleh gelar makanan di gubukan, tetapi pelayan harus tetap melayani dan menyajikan kepada tamu undangan," papar Siti.

Masih menurut Siti, kini setiap tamu yang datang bisa ditanya satu persatu menu apa yang diinginkan. Kemudian, pramusaji datang untuk memberikan sajian menu yang ingin disantap. (tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA