Galon Sekali Pakai Lebih Higienis, Bisa Daur Ulang

IN
Oleh inilahcom
Kamis 19 November 2020
share
 

Sampah plastik di Indonesia menjadi pekerjaan rumah bersama. Karenanya, bijak dalam menggunakan perabot rumah tangga berbahan dasar plastik juga penting untuk diperhatikan, salah satunya adalah galon air mineral.

Untuk diketahui, sampah plastik yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan mudah didaur ulang adalah plastik jenis PET. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Dhora Elvira dari LSM Sahabat Daur Ulang saat webinar bertajuk "Waste Management untuk Mendukung Circular Economy".

"Plastik berbahan dasar PET (biasanya banyak digunakan di kemasan botol plastik air mineral) - hampir semua merek botol plastik air mineral. Kalau galon, kalau tidak salah Le Minerale galon sekali pakai yang menggunakan bahan PET dengan Kode Plastik Daur Ulang No.1," kata Dhora Elvira dalam webinar tersebut.

Senada dengan Dhora, Ketua Ikatan Pemulung Indonesia, Prispolly Lengkong memaparkan bahwa selama ini para pemulung memanfaatkan nilai ekonomis dari sampah yang mereka pungut. Prispolly menambahkan plastik jenis PET merupakan primadona untuk para pemulung karena nilai ekonominya yang tinggi. Selain itu pemakaian jenis plastik yang biasa digunakan untuk air mineral kemasan ini juga higienis.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum ADUPI (Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia), Christine Halim mengutarakan jika di ADUPI, sampah plastik yang memiliki nilai jual tinggi dan tinggi pula demand-nya adalah sampah plastik single layer atau satu lapisan jenis polipropilena, PE, HDPE, PET, dan materi selain plastik dengan kode No.7 (Bahan Kemasan Polikarbonat, PC yang biasa digunakan di kemasan galon isi ulang).

"Kehadiran galon air kemasan sekali pakai justru menghemat pemakaian plastik. Contoh dengan 1 galon bisa memuat 19 liter air. Jika digantikan dengan botol yang isinya 500ml, malah menambah jumlah sampah botol yang dipakai. Untuk perusahaan daur ulang plastik juga lebih mudah untuk didaur ulang. Ini justru ramah lingkungan," ungkap Christien.

Dhora menambahkan, sampah plastik lebih baik jika dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali. Butuh waktu 450-1.000 tahun untuk sampah dari botol plastikdapat terurai.

"Barang-barang plastik dapat terurai di tanah 1.000 tahun lamanya, sedangkan kantong plastik 10 hingga 1.000 tahun. Botol plastik dapat terurai di alam sekitar 450 tahun," terangnya.

Dari sudut pandang pemulung, galon plastik sekali pakai (dengan kode No.1) lebih menguntungkan pemulung. Nilai jualnya yang tinggi dan lebih cepat sampai ke tangan pemulung.

"Untuk galon air mineral yang diisi berulang-ulang, saya tidak sebut mereknya, tapi dari sisi pemulung tidak terlalu menguntungkan. Karena pemulung hanya bisa mendapatkan galon tersebut jika kondisinya sudah rusak," kata Prispolly.

Sementara itu, di samping menghadirkan Ketum ADUPI dan Prispollu, webinar yang diprakarsai LSMSahabat Daur Ulang ini juga diikuti sejumlah pihak yang sangat berkompeten di bidangnya, seperti Dr. Alue Dohong (Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Dedi Mulyadi (Wakil Ketua Komisi IV DPR RI), Firdaus Ali, Phd. (Dosen Tehnik Lingkungan UI), Henky Wibawa (Direktur Eksekutif Indonesia Packaging Federation), Novrizal Tahar (Direktur Pengelolaan Sampah, KLH), dan Darutama Emmanuel (Sekjen Sahabat Daur Ulang).

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA