Bahan Plastik PET Bernilai Tinggi?

IN
Oleh inilahcom
Selasa 24 November 2020
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Menurut data yang dikumpulkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemulung mengumpulkan 84,3 persen sampah plastik yang ada (setara 354.957 ton) di Tanah Air.

Data itu pula yang membuat Dedi Mulyadi, Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, berpendapat bahwa kegiatan memulung sampah adalah pekerjaan yang mulia.

"Pemulung merupakan penjaga terdepan dari ekosistem daur ulang," kata Prispolly Lengkong, Ketua Umum Ikatan Pemulung Indonesia (IPI), Jakarta, Selasa, (24/11/2020).

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan satu dekade lalu.

"Dulu yang dicari pemulung adalah kertas dan kaca. Kini, plastik PET menjadi salah satu komoditi yang paling dicari," katanya.

Tingginya harga jual bahan daur ulang PET, disebabkan oleh mudahnya bahan ini di daur ulang dan terbatasnya pasokan bahan.

Bahan plastik PET bisa diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tinggi seperti geotekstil, dakron, dan pakaian. Olahan PET bahkan menjadi salah satu sumber ekspor Indonesia.

"Berat tiga sampai empat galon sekali pakai bisa mencapai satu kilogram. Air mineral lain butuh puluhan hingga ratusan buah untuk mencapai berat yang sama," kata pria yang kembali didaulat memimpin IPI untuk periode 2019-2020 itu.

Karena terbuat dari plastik PET yang mudah didaur ulang, kemasan galon sekali pakai akan mudah proses perputarannya dalam siklus daur ulang.

Berbeda dengan kemasan yang sulit didaur ulang, seperti yang terdapat pada plastik berkode no.7, bahannya sulit didaur ulang dan memiliki nilai jual sangat rendah. Jangan sampai, fakta yang secara universal sudah diterima di seluruh dunia ini, kemudian dibolak balik untuk mengaburkan fakta sebenarnya.

"Sekarang ini ramai beredar di media online dan buzzer medsos, yang mengatakan bahwa plastik bahan PET dari kemasan sekali pakai dengan kode daur ulang No. 1 disamakan kategorinya dengan kantong plastik yang memang sulit prosesnya didaur ulang," lanjutnya. (tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA