Meski Gagal jadi Bintang Indonesian Idol

Selebgram Ryan Goutama Yakin Raih Sukses

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 28 November 2020
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Tak mudah menjadi selebgram. Ada banyak jalan yang harus dilalui, kadang menanjak dan kadang menurun.

Termasuk yang dialami oleh Ryan Goutama, selebgram dengan jumlah follower lebih dari 90 ribu pengikut.

Pria kelahiran Jakarta 22 Agustus 1996 ini saat ini menjadi model iklan freelance serta content creator dan influencer.

Nama Ryan Goutama semakin menjadi sorotan setelah ikut audisi pencarian bakat menyanyi Indonesian Idol.

Pada mulanya, anak pertama dari empat bersaudara yang hobi traveling, kuliner dan nge-gym ini sempat ragu Indonesian Idol.

Selama ini, menyanyi bagi Ryan hanya sebatas hobi sehingga kurang percaya diri tampil di muka umum. Bila pun menyanyi, paling-paling membikin cover-cover di Instagram.

"Ternyata ada beberapa orang yang nyaranin aku buat ikutan audisi Idol. Sebenarnya sudah ingin ikut dari beberapa tahun lalu, cuma karena aku belum berani dan sempet ketunda skripsi jadinya diundur terus, baru bisa ikut tahun ini," kata Ryan, Jakarta, Sabtu, (28/11/2020).

Ryan pun akhirnya ikut Indonesia Idol, yang karena di tengah pandemi Covid-19 pelaksanaan audisi awal hanya dilakukan secara daring.

Para calon peserta dijaring melalui MeTube, Facebook, dan Instagram.

Audisi Instagram dibuka melalui dua cara. Pertama, melalui Instagram Online Audition dengan meng-cover lagu #TerlanjurMencinta" yang dinyanyikan oleh tiga besar kontestan Indonesian Idol musim kesepuluh, yaitu Lyodra Ginting, Tiara Andini, dan Ziva Magnolya dengan versi masing-masing. Cara kedua dengan Last Chance Audition, yaitu dengan meng-cover lagu "Lathi" milik Weird Genius dan Sara Fajira.

Iseng-iseng, Ryan coba ikutan. Dan ternyata Ryan Goutama berhasil melalui tahap seleksi dengan lagu Terlanjur Mencinta dari 37000 submission menjadi 200 besar untuk bertemu Juri utama. Ryan kemudian dihubungi tim Idol untuk masuk ke tahap penjurian utama.

Indonesian Idol Special Season 11 ini pun menjadi ajang menyanyi pertama yang diikuti Ryan selama ini.

"Protokol kesehatan di kala pandemi ini menjadi ketat banget. Selama menjalanin audisi, kita dipastiin membawa hand sanitizer, memakai masker, alat makan dan minum sendiri, serta face shield setiap saat. Walaupun kita semua sebagai peserta sudah swab test, tetapi kita semua juga tetep diminta untuk jaga jarak," jelas Ryan.

Namun sayang, langkah Ryan Goutama harus terhenti di audisi kedua. Setelah membawakan lagu Before You Go dari Lewis Capaldi, Ryan belum berhasil mendapatkan Golden Ticket dari para juri. Ryan tak patah semangat. Sebab sudah bertemu para juri utama di tahap audisi pertama saja sudah senang sekali.

"Kayaknya wow bisa berdiri dan menyanyi di hadapan para idola Indonesia," kata Ryan dengan bangga, yang mengaku sangat mengidolakan penyanyi seperti Judika, Tulus, Ziva Magnolya serta Bruno mars, Lewis Capaldi dan James Arthur dari Mancanegara.

Dari hati kecil, Ryan tak bisa menutup kesedihan. Namun dengan penuh bijak, ia mengatakan sangat senang melihat teman-teman lainnya berhasil untuk masuk ke tahap berikutnya.

Apalagi mereka sudah terlihat mempersiapkan diri dengan matang, termasuk dalam pemilihan lagu hingga style bermain musiknya.

"Rasa sedih sih pasti ada. Tapi aku rasa gak perlu berlarut-larut. Karena hidup itu kita yang memilih bagaimana cara menjalaninnya. Kalau kita bisa mandang dari sisi positif, tetap mau kerja keras dan punya mimpi yang didukung oleh doa dan orang sekitar, pasti aku percaya kita mau jadi apa saja pasti bisa," kata Ryan, yang bercita-cita melanjutkan karir di dunia hiburan dan mencoba merambah ke dunia sinetron atau menjadi penyanyi seperti mereka yang ia idolakan.

Di tengah pandemi ini, Ryan yang biasa membagikan konten traveling di Instagram, kini lebih memilih membuat cover-cover lagu di rumah, mereview makanan serta lebih sering berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh.

Diketahui, pemilik akun Instagram @RyanGoutama ini sudah bekerja sejak masih duduk di bangku SMA. Ia berinisiatif menghasilkan uang sendiri tanpa harus merepotkan ibunya di rumah sebagai single parent. Menjadi anak broken home, tak membuat Ryan kalah dari keadaan. Ia ingin membuktikan bahwa anak broken home juga bisa sukses.

"Orang tua sudah pisah semenjak dari SD dulu. Jadi begitu SMA, aku rasa aku mesti buktiin kalau akupun bisa untuk cari biaya kuliah dan mulai cari-cari kerjaan. Mulai jadi SPB di event-event, SPB sepatu di mall, cuci piring di restoran, ikut-ikut kontes duta remaja, dan akhirnya mulai casting-casting," kata Ryan, yang mengaku beberapa kali mengalami penolakan.

Saat masih SMA, Ryan pernah juga mencari beberapa beasiswa dan lolos di tahap psikotes dan interview. Namun ia gagal di test fisik sebab ternyata ketahuan mengalami buta warna parsial.

"Awalnya aku kaget sih kalau ternyata aku buta warna parsial, karena selama ini aku taunya semua yang aku liat ini normal warnanya. Tapi setelah melalui serangkaian tes namanya Uji Ishihara, ternyata memang aku gak bisa membedakan beberapa warna. Sampai akhirnya banyak banget aku apply beasiswa jadi ketolak," jelas Ryan.

Ryan juga akhirnya paham bahwa pekerjaan tertentu mensyaratkan tidak buta warna sehingga wajar jika perguruan tinggi pun mensyaratkan untuk tidak buta warna seperti untuk pekerjaan dokter, apoteker, tentara, polisi, ahli kimia, ahli IT, desainer, petugas kepabeanan, serta pekerjaan-pekerjaan lain.

"Akhirnya aku pilih jurusan komunikasi di salah satu universitas swasta di Jakarta. Karena kayanya aku juga orangnya senang untuk ketemu orang baru, trus berbicara depan umum, jualan, bikin konten yang ternyata jurusan Public Relations juga inline sama bidang yang aku jalanin selama ini," ungkap Ryan.

Ryan pun mengalami bagaimana datang ke lokasi casting dengan naik angkot, kepanasan dan kehujanan serta kadang-kadang sampai di tempat casting dengan baju yang masih basah sebab tak mebawa baju ganti. Sampai akhirnya ada agensi yang mulai melirik karena semakin rajin casting dan juga menjadi kenal banyak orang. Dan sekali masuk iklan pertama, ternyata itu jadi batu lompatan buat kerjaan-kerjaan seperti FTV dan lain-lain.

"Aku percaya semua itu juga karena bantuan doa dari mama aku di rumah. Toh aku gak mungkin ada sampai disini kalo nggak dibantu sama orang-orang baik di sekitar yang selama ini udah mendukung. Tujuan untuk mencari karier di dunia hiburan juga bukan karena pengen eksis ajah, tapi karena pengen punya penghasilan yang cukup buat bantu mama dan adek-adek aku di rumah untuk sekolah selain buat bayar kuliah awalnya," tambah Ryan.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA