Pandemi, CCI Dorong Industri Tekstil Indonesia

IN
Oleh inilahcom
Rabu 16 Desember 2020
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Pandemi COVID-19, COTTON USA ingin turut berkontribusi dalam mendorong transformasi industri tekstil tanah air.
Hal itu akan membuat para pelaku industri dapat beradaptasi dengan baik di era new normal.
"Kami harap kedepannya, Cotton Council International (CCI) bisa terus berkomitmen, bekerjasama dan berkolaborasi dengan para pelaku dan pakar industri untuk memajukan industri tekstil tanah air," kata Dr. Anh Dung (Andy) Do selaku perwakilan CCI di Indonesia, Jakarta, Rabu, (16/12/2020).
Selain itu, penting mengetahui Cotton Trust Protocol (USCTP) yang menetapkan standar baru untuk kapas yang ditanam secara lebih berkelanjutan.
U.S. Cotton Trust Protocol (USCTP) merupakan pelengkap program-program keberlanjutan yang sudah dibuat sebelumnya dan didesain untuk sejalan dengan lingkungan pembudidayaan massal kapas Amerika Serikat.
Tujuan dari program ini adalah untuk membuktikan, mengukur, dan memverifikasi kredensial keberlanjutan yang terus meningkat dari kapas AS.
U.S. Cotton Trust Protocol (USCTP) merupakan wujud dukungan bagi para pelaku industri garmen dan merupakan pelengkap program keberlanjutan yang ada dan dirancang dari bawah ke atas agar kompatibel dengan lingkungan pertanian massal kapas AS.
"Dengan bergabung program ini, anggota dapat membuktikan, mengukur, dan memverifikasi bahwa mereka membeli serat yang diproduksi secara berkelanjutan dan berkualitas, dan bahwa rantai pasokan dari lapangan ke pabrik bebas dari risiko lingkungan dan sosial," paparnya.
Hal ini telah dibuktikan melalui melalui Field to Market, diukur dengan Fieldprint Calculator, dan diverifikasi dengan Control Union Certifications yang dilengkapi dengan teknologi terbaik
Bruce Atherley selaku Executive Director dari CCI yang turut hadir dalam acara seminar ini menyampaikan, yakin bahwa yang U.S. Cotton Trust Protocol (USCTP) dapat diberikan kepada pelaku industri adalah peningkatan ketersediaan sumber kapas dan keragaman yang belum pernah ditawarkan sebelumnya.
"Walaupun dengan adanya pandemi COVID-19, kami juga ingin memberikan sistem yang ramah pengguna dan dapat memberikan data yang diverifikasi dan berkualitas sehingga para pelaku industri dapat beradaptasi dengan perubahan perilaku dan tren konsumen," papar Bruce.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA