Pandemi Covid-19

Survei Kepatuhan Masyarakat Jalankan Prokes

IN
Oleh inilahcom
Jumat 18 Desember 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Hasil survei menunjukan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat dalam pencegahan virus corona sudah sangat baik.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengadakan survei mengenai Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 pada periode 1-7 September 2020, ke 90.967 responden untuk mengukur kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Data menunjukan bahwa 91,8 persen masyarakat menggunakan masker, 77,1 persen menggunakan hand sanitizer, dan 76,69 persen menghindari kerumunan.

"Berdasarkan data dari BPS, dijelaskan bahwa masyarakat sudah mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Tapi ada yang menarik terkait data tersebut, yaitu dalam hal memakai masker, perempuan lebih patuh terhadap anjuran tersebut dengan persentase 94 persen dibanding laki-laki hanya 88 persen," kata Rico Mardiansyah SH, MH, Sehatpedia Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat, (18/12/2020).

Sedangkan untuk menghindari kerumunan, perempuan lagi-lagi lebih patuh yaitu 81 persen. laki-laki hanya 71 persen tingkat kepatuhannya.

"Saya berharap tingkat kepatuhan protokol kesehatan akan terus meningkat. Di samping meningkatkan protokol kesehatan, sebagai langkah awal perlunya meningkatkan daya tahan tubuh dengan rajin berolahraga dan mengonsumsi vitamin. Saya sendiri rutin sekali setiap hari mengonsumsi vitamin D, C, dan Zinc. Kandungan vitamin ini saya dapatkan dari rekomendasi dokter serta pengalaman dari rekan-rekan yang telah terkena covid-19," tambahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin dan suplemen, Jovee, pusat vitamin personal terlengkap yang menyediakan kebutuhan harian vitamin yang didukung oleh dokter dan apoteker untuk melayani kebutuhan masing-masing individu secara tepat.

Jovee juga ditunjang oleh teknologi Data Science, dengan memanfaatkan recommendation engine yang akan mengumpulkan data dan menggali profil pola hidup tiap pengguna, sehingga Jovee mampu mengerti kebutuhan kesehatan setiap penggunanya.

"Di tengah pandemi ini, banyak inovasi teknologi kesehatan yang hadir untuk masyarakat. Seperti Sehatpedia, Jovee, dan apotek online Lifepack. Harusnya masyarakat dapat memanfaatkan itu dengan baik," papar Rico.

Karena itu memberikan kemudahan akses bagi kita untuk mendapatkan layanan kesehatan. Mungkin dulu kalau butuh vitamin dan obat harus keluar rumah, namun dengan kondisi pandemi sekarang yang mengharuskan menjaga jarak dan tetap di rumah, pemanfaatan layanan digital dapat dimaksimalkan penggunaannya.

"Karena masih banyak masyarakat yang memiliki tingkat kekhawatiran tinggi akan penularan covid-19, padahal banyak juga masyarakat yang sedang sakit tetap membutuhkan layanan kesehatan. Untuk itu pemerintah sangat mendukung adanya inovasi teknologi di bidang kesehatan seperti layanan telemedicine, peresepan obat secara elektronik hingga apotek online," ujar Rico.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA