Sah,Terawan Serahkan Jabatan Menkes ke BGS

IN
Oleh inilahcom
Kamis 31 Desember 2020
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto selesai menjalankan tugasnya. Kini, jabatan tersebut diberikan kepada Budi Gunadi Sadikin.

Pisah sambut Menteri Kesehatan RI dari Terawan Agus Putranto kepada Budi Gunadi Sadikin di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan, Jakarta, baru - baru ini.

Acara tersebut turut dihadiri secara virtual oleh Menteri Kesehatan periode sebelumnya yakni Siti Fadilah Supari, Nafsiah Mboi serta Nila Faried Moeloek.

Dengan didampingi Isteri dan staf khusus pada saat ia menjabat, Terawan menyampaikan ucapakan selamat datang dan selamat bekerja kepada Menkes BGS. Ia mengakut bersyukur telah diperbolehkannya mengakhiri jabatannya.

"Saya dan istri merasa sangat bersyukur boleh mengakhiri masa jabatan saya, meskipun belum lengkap tapi itu merupakan anugerah yang Tuhan berikan," kata Terawan.

Dirinya juga mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh jajaran Kementerian Kesehatan, dan siap terhadap segala tugas yang ada, termasuk saat harus berhenti dari jabatannya.

"Untuk semuanya tetap bekerja dengan baik, melayani masyarakat dan menjalankan sesuai norma-norma yanh berlaku," tuturnya.

Terawan menjabarkan setelah tidak menjadi Menteri Kesehatan, ia akan kembali menggeluti profesinya sebagai dokter. Bahkan sebelum acara pisah sambut, pihaknya telah menangani 3 pasien.

"Semoga semuanya berjalan dengan baik, dan saya akan meneruskan profesi saya apapun yang diizinkan. Apa yang saya bisa akan saya kerjakan dengan maksimal, karena ini wujud bakti saya kepada bangsa dan negara," katanya.

Atas dharma bakti yang telah diberikan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Terawan Agus Putranto yang berkontribusi dalam pembangunan kesehatan di Indonesia selama kurang lebih 1 tahun terakhir.

Pihaknya mengaku siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan sebagai Menteri Kesehatan.

"Terima kasih dok, dokter telah menorehkan tinta emas di bab terakhir dari buku sejarah kehidupan Kementerian Kesehatan," kata Menkes.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA