Plastik Mengandung BPA Bahaya Bagi Bayi dan Bumil

IN
Oleh inilahcom
Kamis 31 Desember 2020
share
 

Kemasan air minum galon isi ulang yang mengandung Bisphenol A (BPA) menjadi perhatian serius di kalangan dokter. Sebab, bahan kimia seperti BPA ini sangat berbahaya bagi bayi dan ibu hamil.

BPA berperan sebagai kandungan yang mengawetkan serta memperkuat plastik agar kemasan tidak rusak. Namun zat BPA juga mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan. Penggunaan zat BPA untuk kemasan makanan dan minuman sudah banyak dilarang di seluruh dunia.

Di Perancis, pemerintahnya telah melarang seluruh kemasan yang mengandung BPA, termasuk untuk produk-produk Danone di negaranya yang menggunakan kemasan yang mengandung BPA. Pada tahun 2010, pemerintah Kanada dengan tegas melarang penggunaan plastik BPA pada botol minum bayi.

"Kemasan galon dengan kandungan BPA yang tidak tepat, sangat berbahaya jika isinya dikonsumsi setiap hari dalam jangka waktu lama. Zat BPA di dalam kemasan plastik air minum galon isi ulang, berbahaya bagi kesehatan bayi, balita dan ibu hamil. Zat BPA dapat mempengaruhi berat badan lahir, perkembangan hormonal dan perilaku hingga risiko kanker di kemudian hari," jelas dokter spesialis anak, dr. Daulika Yusna dalam webinar tentang bahaya Zat BPA di kemasan makanan dan minuman.

Hal sama dijelaskan dokter spesialis kandungan, Dr. Darrel Fernando. Dia menyarankan para ibu untuk lebih memperhatikan kemasan minuman dan makanan dengan melihat dulu kode plastiknya.

"Kita harus teliti melihat kode plastik pada setiap produk yang kita gunakan. Misalnya kode plastik no 7 (jenis plastik polikarbonat) yang perlu kita perhatikan dalam kemasan makanan kita, karena kode plastik no 7 biasanya mengandung BPA. Meskipun bukan di level yang berbahaya, tapi kalau bisa, dihindari agar tidak terjadi akumulasi jangka panjang," jelas Dr Darrel Fernando.

Menurut Ahli Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Iwan Nefawan, BPA dalam kemasan plastik sebenarnya sudah dilarang oleh Badan Pengawas Obat & Makanan (Badan POM). Karena itu, dia berharap BPOM mengeluarkan aturan kepada produsen makanan, minuman dan obat-obatan yang dijual dengan kemasan yang mengandung BPA supaya memberi Label Peringatan Konsumen.

"Sebagai contoh di label kemasan plastik air minum galon isi ulang Polikarbonat yang mengandung BPA, diberi keterangan: 'Peringatan Konsumen: Bahan Kemasan Plastik Galon Isi Ulang air minum Ini, Mengandung Zat BPA yang Berbahaya Bagi Kesehatan Bayi, Balita dan Ibu Hamil, dapat mempengaruhi berat badan lahir, mengganggu perkembangan hormonal dan perilaku, hingga risiko kanker di kemudian hari'," jelas Iwan.

Dengan pencantuman label peringatan konsumen pada kemasan air minum galon isi ulang yang mengandung BPA, konsumen bisa mengetahui bahwa air minum yang akan dikonsumsi terutama untuk bayi, balita dan ibu hamil terhindar dari paparan BPA.

"Akan lebih baik lagi semua produsen makanan, minuman dan obat-obatan tidak lagi menggunakan kemasan yang mengandung Zat BPA. Sebab akibat yang ditimbulkannya dapat mempengaruhi kesehatan. Kalau mau mengikuti anjuran internasional, untuk hidup sehat harus menggunakan kemasan plastik makanan dan minuman BPA free. Jadi sebaiknya, sebelum mengonsumsi sesuatu pastikan kemasan yang digunakan adalah BPA Free," papar dr. Daulika Yusna.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA