https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   14 January 2021 - 19:05 wib

Wamen dan Nakes RSCM Divaksin

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - RSUPN Cipto Mangunkusumo menggelar vaksinasi pertama bagi tenaga kesehatan pada Kamis (14/1) di Poliklinik Madya.

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 juga diikuti oleh Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, PhD, KEMD.

Setelah vaksinasi perdana pada Rabu (13/1) yang diikuti oleh Kepala Negara, sejumlah pejabat, tokoh agama, organisasi profesi serta perwakilan masyarakat, hari ini vaksinasi dilakukan secara serentak dan bertahap bagi 1,4 juta tenaga kesehatan di 34 provinsi di Indonesia.

Ini merupakan ikhtiar dari pemerintah untuk membentuk kekebalan, bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan pandemi COVID-19.

Direktur Utama RSCM dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS mengatakan bahwa pada kick off pertama vaksinasi diberikan kepada 25 tenaga kesehatan dan akan dilakukan secara bertahap bagi seluruh tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang kesehatan di RSCM.

“Pada pagi hari ini, kami akan melakukan kick off vaksinasi terhadap 25 tenaga kesehatan. Namun, untuk 6000 lainnya, akan diselesaikan dengan setiap hari melakukan penyuntikan terhadap 275 tenaga kesehatan secara bertahap,” ungkap dr. Lies seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Kamis, (14/01/2021).

Dirinya meyakini dengan adanya program vaksinasi bagi nakes akan memberikan perlindungan dan keamanan bagi tenaga kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan di RSCM bisa terus berjalan.

Dalam proses vaksinasi, ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh Wamenkes, mulai dari tahap registrasi, skrining kesehatan, penyuntikan vaksin, hingga observasi selama 30 menit untuk melihat apakah ada efek samping pasca penyuntikan.

Usai disuntik, Wamenkes mengaku tidak merasakan gejala maupun reaksi pasca vaksinasi. Ia mengaku baik-baik saja.

“Saya rasanya biasa-biasa saja, tidak ada rasa sakit, rasa pegal, ketakutan tidak ada, kita tetap observasi untuk menjaga efek samping setelah vaksinasi (KIPI),” kata Wamenkes dr. Dante.

Pihaknya menegaskan kekebalan tubuh tidak langsung terbentuk pada penyuntikan pertama. Kekebalan baru akan tercipta dalam 2-6 minggu pasca penyuntikan kedua.

Untuk itu, dirinya berharap pelaksanaan vaksinasi COVID-19 harus berjalan beriringan dengan penerapan protokol kesehatan 3M guna memberikan perlindungan optimal. Sehingga kekebalan imunitas bisa segera tercapai.

“Mudah-mudahan dengan dilaksanakan kegiatan vaksinasi ini, kita bisa mencapai herd immunity setelah 70% dari penduduk divaksinasi, yang targetnya oleh Bapak Presiden selesai dalam waktu 12 bulan,” tutur dr. Dante.

Wamenkes berharap dengan diprioritaskannya tenaga kesehatan sebagai penerima vaksinasi, diharapkan dapat memberikan perlindungan dan keamanan saat mereka bertugas serta memberikan contoh yang baik bagi masyarakat agar tidak ragu untuk mengikuti vaksinasi COVID-19.

“Untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa vaksin ini aman, sudah dilakukan uji klinis, sudah dilakukan kegiatan real vaksinasinya, sehingga masyarakat semakin percaya bahwa program vaksinasi ini sebenarnya baik untuk dilakukan secara luas,” ucapnya.

Sebagai informasi, untuk memutus mata rantai penularan COVID-19, pemerintah menargetkan vaksinasi kepada 181,5 juta penduduk Indonesia. Saat ini telah disiapkan 31 ribu vaksinator untuk membantu pelaksanaan vaksinasi di seluruh Indonesia.

Setelah dilakukan vaksinasi kepada 1,4 juta tenaga kesehatan dan tenaga penunjang kesehatan, vaksinasi akan dilanjutkan untuk 17,4 juta petugas pelayanan publik esensial.

Untuk memenuhi kebutuhan vaksin, saat ini pemerintah tengah menyiapkan tambahan 12 juta vaksin sinovac yang saat ini sedang diproduksi PT. Bio Farma. Dipastikan vaksin yang akan disuntikkan telah melalui serangkaian pengujian ketat sehingga terjamin keamanan, mutu, khasiat yang dibuktikan dengan EUA dari BPOM serta fatwa halal dari MUI.(tka)
 

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Kanal

Jangan Kendor Melawan COVID-19, Empati Swasta Bergerak Bantu Tenaga Kesehatan

Tak ada yang tahu kapan pandemi COVID-19 berakhir. Namun, ada kabar baik bahwa penyebaran Virus C
berita-headline

Empati

Cerita Nakes Usai Vaksin Booster

Tenaga kesehatan (Nakes) menjadi orang yang pertama berhadapan langsung dengan pasien terkonfirma
berita-headline

Viral

Belum Bayar Insentif Nakes, 10 Bupati-Walikota Kena Tegur

Sebanyak 10 bupati dan wali kota di Indonesia mendapat teguran langsung oleh Menteri Dalam Negeri (M
berita-headline

Viral

Polri Tegaskan Tak Beri Vaksin Booster untuk Non Nakes

Divisi Humas Polri menegaskan pihaknya tidak memberikan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga (boost
berita-headline

Inersia

Sedih Tak Dianggap Pahlawan, Nakes Malah Jadi Korban Serangan KKB

Ratusan tenaga kesehatan (nakes) menggelar aksi long march dan bakar seribu lilin di sepanjang Ja