Kandungan Bahan Alami jadi Tren Kosmetik

IN
Oleh inilahcom
Minggu 24 Januari 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Tren kosmetik saat ini salah satunya memasukkan bahan alami utuh berupa helai mahkota bunga atau helai daun suatu tanaman ke dalam larutan kosmetik.

Sehingga, selain penambahan ekstrak yang menutrisi kulit, penambahan bahan alami utuh akan meningkatkan nilai estetika sediaan kosmetik tersebut. Perusahaan maklon kosmetik di Jakarta, PT. Nose Herbal Indo dan Universitas Indonesia (UI) melakukan penelitian bertema Kestabilan Bahan Alami Bunga Mawar dan Daun Pegagan dalam Larutan Kosmetik.

Kestabilan diperlukan agar bahan alami utuh tersebut tidak cepat terdegradasi di dalam larutan kosmetik. Penelitian dilakukan oleh tim peneliti dari Laboratorium Nano Interfacial Chemistry, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI, mulai September 2020-Juli 2021.

Seperti diketahui, PT. Nose Herbal Indo mengutamakan konsep high end, high value, dan high quality, yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, dengan membuat produk kosmetik sesuai dengan konsep dan impian yang diinginkan pelanggan.

PT. Nose selalu mengutamakan keunikan dan inovasi dalam setiap produk yang dihasilkan. Melalui riset-riset yang selalu dilakukan secara berkala oleh tim R&D yang kompeten, dengan mengkolaborasikan bahan-bahan seperti ekstrak dari tumbuhan alami dan didukung oleh fasilitas produksi yang mumpuni, PT. Nose senantiasa menghasilkan produk-produk inovasi dengan mutu yang baik dan mampu mengangkat produk lokal kosmetik Indonesia sehingga kita bangga menggunakan produk buatan Indonesia.

"Hal ini sejalan dengan program BPOM yang mengkampanyekan program Bangga Buatan Indonesia. Demikian juga halnya PT. Nose Herbal Indo sangat mendukung program BPOM tersebut dan mengharapkan agar para pebisnis kecantikan lebih lagi dapat mengedepankan produk lokal buatan Indonesia, yaitu program PT. Nose yang berkolaborasi dengan universitas-universitas ternama di Indonesia melalui sejumlah penelitian dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk menciptakan inovasi-inovasi terbaru demi memenuhi kebutuhan mayarakat di Indonesia yang sangat mengikuti trend," jelas Netty, R&D PT.Nose Herbalindo seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Minggu, (24/01/2021).

Netty menjelaskan, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kestabilan bahan alami utuh, dalam hal ini helai bunga mawar dan daun pegagan, agar bertahan lama, tidak mudah terdegradasi atau rusak.

Salah satu tim peneliti dari PT. Nose Herbal Indo, Cheryl Ariela menegaskan, akhir-akhir ini permintaan bahan alami utuh dijadikan produk kosmetik meningkat.

"Ini kesempatan besar terutama dikarenakan di Indonesia belum ada yang membuat," tambah Cheryl.

Bahan alami utuh tersebut, lanjut Cheryl, biasanya digunakan pada produk kosmetik berbentuk cairan seperti toner dan sampo.

Penelitian ini melibatkan kolaborasiantara para tim R&D dari PT Nose Herbal Indo dan tim peneliti dari Universitas Indonesia. Penelitian tersebut berada di bawah bimbingan Prof. Dr.Yoki Yulizar, M.Sc.

Marcony Surya, salah satu peneliti dari UI mengungkapkan, normalnya bagian utuh bahan alami atau tanaman akan terdegradasi dalam larutan kosmetik setelah satu bulan.

"Penelitian akan memberikan perlakuan (treatment) khusus untuk meningkatkan kestabilan bahan alami sehingga masa simpannya menjadi lebih lama," papar Marcony.

Saat ini tahapan penelitian sudah sampai pada tahap uji karakterisasi dan uji kestabilan. Uji kestabilan, lanjut Marcony, mengambil parameter thermal dan fisik bahan alami tersebut.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA