https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 January 2021 - 00:59 wib

Sekitar 132 Ribu Nakes Telah Divaksin

berita-profile

Inilah

0

0

<B>INILAHCOM, Jakarta - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi, MPH mengatakan hingga 22 Januari pukul 13.00  jumlah tenaga kesehatan telah divaksinasi COVID-19 mencapai 132 ribu orang.</B>

"Jumlah tenaga kesehatan di 13.525 fasilitas layanan kesehatan yang ada di 92 kabupaten/kota di 34 provinsi sudah mencapai lebih dari 132.000 orang atau 22% dari total 598.483 tenaga kesehatan," katanya pada konferensi pers di Istana Negara, baru - baru ini.

Pada tahap awal vaksinasi COVID-19 pemerintah sudah menyebarkan undangan kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi bagi 598.483 tenaga kesehatan dari target sebanyak 1,4 juta. Sisanya sebanyak 888.282 tenaga kesehatan sudah mulai diberikan undangan di tanggal 21 Januari 2021.

"Jika ada tenaga kesehatan yang belum terdaftar di tahap pertama maka kemungkinan mereka berada di kelompok kedua," kata dr. Nadia.

Selain jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi tersebut terdapat juga 20.154 tenaga kesehatan yang tidak bisa diberikan vaksinasi atau pun kemudian ditunda karena sejumlah alasan di antaranya merupakan penyintas atau memiliki penyakit bawaan dan sedang dalam keadaan hamil.

"Tenaga kesehatan yang ditunda vaksinasi karena penyakit bawaan paling banyak disebabkan hipertensi,” tambah dr.Nadia

Vaksinasi kepada tenaga kesehatan masih akan terus berlangsung dan diharapkan hingga Februari kami dapat mencapai target 1,4 juta. Vaksinasi sangat penting diberikan kepada tenaga kesehatan untuk mengurangi tingkat keparahan penyakit sehingga mengurangi angka jumlah tenaga kesehatan yang meninggal.

"Kita sudah kehilangan lebih dari 600 tenaga kesehatan dan ini merupakan kehilangan terbesar bagi bangsa Indonesia. Mari kita putus bersama mata rantai penyebaran COVID-19 melalui vaksinasi," kata dr. Nadia.

Ia menjelaskan vaksinasi memiliki manfaat yang lebih besar dibanding resikonya karena vaksin memiliki resiko efek samping yang rendah. Berdasarkan laporan dari Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KNKIPI menyatakan semua reaksi bersifat sementara dan tidak ada kejadian yang sifatnya serius.(tka)

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Kemenkes Lakukan Audit Vaksinasi COVID-19 Untuk Cegah Penyimpangan

Kementerian Kesehatan menggandeng BPKP dan berbagai pihak untuk melakukan audit secara berkala un
berita-headline

Viral

Menag Pastikan Program Vaksinasi untuk Santri Terus Berjalan

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memastikan program vaksinasi untuk jutaan santri terus
berita-headline

Viral

Penerima Vaksin Lengkap di Indonesia Capai 44.716.570 Orang

Penerima vaksinasi lengkap COVID-19 (dosis pertama dan kedua) di Indonesia hingga Sabtu (18/9/202
berita-headline

Viral

Nakes Gerarld yang Hilang di Kiwirok Dipulangkan

Tenaga kesehatan (nakes) yang Gerald Sokoy yang sempat hilang di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bint
berita-headline

Kanal

Erick Thohir: Vaksinasi Adalah Game Changer

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, vaksinasi adalah g