Pengalaman Atasi Sakit Asma Anak

Arlin, Tingkatkan Pentingnya Melek Kesehatan

MU
Oleh Mia Umi Kartikawati
Minggu 31 Januari 2021
share
 

INILAHCOM,Jakarta - Memiliki kesadaran tentang pentingnya kesehatan memang tidak bisa datang begitu saja.

Tidak jarang, seseorang menyadari pentingnya kesehatan karena mengalami sakit terlebih dahulu, kemudian melihat salah satu anggota keluarga yang jatuh sakit, atau memang mendapatkan ilmu dari bangku sekolah.

Melek kesehatan ternyata sangat penting. Terlebih pada masa pandemi saat ini. Semua orang bertahan hidup untuk tetap sehat dan menghadapi pandemi dengan berbekal imunitas yang baik.

Pandemi covid-19 memang belum bisa dipastikan kapan berakhir. Namun, masyarakat terus mencari cara agar meningkatkan imunitas dan mencegah penyakit dengan beragam tindakan preventif.

Salah satu penyakit yang memiliki risiko tinggi saat pandemi covid-19 adalah asma. Tidak sedikit orangtua yang memiliki pengalaman menghadapi buah hatinya mengalami asma.

Salah satunya adalah seorang Ibu, Arlin Chondro, yang berjibaku untuk terus menemani buah hatinya menghadapi sakit asma. Merasa menggunakan obat konvensional dengan inhaler steroid yang memberikan efek samping jangka panjang yang banyak, dia berpikir keras untuk mempelajari aromaterapi yang dapat membantu buah hatinya tersebut.

1612142299-picsay

Perlu diketahui, asma adalah kondisi ketika saluran udara meradang, sempit dan membengkak, dan menghasilkan lendir berlebih sehingga menyulitkan bernapas. Asma bisa ringan atau bisa juga mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat menyebabkan serangan yang mengancam jiwa.

Asma dapat menyebabkan kesulitan bernapas, nyeri dada, batuk, dan napas berbunyi. Gejala terkadang menjadi parah. Ini adalah salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia.

Hal itulah yang membuat Arlin terus belajar dan mencari formula yang tepat untuk menghentikan buah hatinya terbebas dari inhaler. Bersyukur, sejak 2015, buah hatinya sudah terbebas dari inhaler.

"Jadi, banyak orang Indonesia yang punya masalah sama pengan saya dan keluarga. Karena itu, saya membuat sebuah produk di bawah brand Peek.Me Naturals pada 2016," papar Arlin kepada INILAHCOM, Jakarta, Minggu, (31/01/2021).

Bukan tanpa alasan, Arlin menjalankan bisnis di bidang kesehatan ini. Dia menjelaskan, dengan beragam produk aromaterapi yang dia tawarkan ke masyarakat, ini menjadi sebuah kesempatan baginya untuk berbagi tentang kesadaran bagaimana pentingnya memperhatikan kesehatan. Terutama menggunakan bahan - bahan yang alami sebagai langkap pencegahan penyakit dalam jangka panjang.

"Ini juga bisa mengurangi pengeluarkan keluarga untuk pengobatan PTM," katanya.

Uniknya, peek.me naturals punya berbagai solusi untuk masalah kesehaltan yang kerap dialami kebanyakan orang. Misalnya, kesulitan dalam menahan rasa ingin makan.

"Salah satu produk yang banyak dicari adalah Bye Bye Laper (inhaler untuk menahan ngemil), Dreamland Ticket dan Goodnight Sleepyhead (untuk insomnia/susah tidur), Bye Bye Odor (deodoran alami), Bye Bye Eczema (untuk eksim/dermatitis atopik), dan Anti Migraine (untuk pusing), Bye Bye Stress," jelasnya.

Perjuangan Berbuah Manis

Membangun usaha sejak 2016, Arlin kemudian berkesempatan untuk ikut ajang program dan ekosistem wirausaha dari Wismilak Foundation, Diplomat Success Challenge (DSC) XI.

1612142289-picsay

Kepekaan, kegigihan dalam membangun sebuah brand sangat ditempa ketika mengikuti ajang tersebut. Arlin mengaku tidak mudah untuk melewati tantang tersebut. Namun dengan keyakinan terhadap produk yang dia usung, akhirnya, perempuan kelahiran 17 November 1982 itu berhasil meraih sukses.

"Menegangkan dan capek, hahaha. Karena prosesnya cukup lama, apalagi waktu selection pun hanya satu mentor (Helga) yang memilih saya, itu pun hampir - hampir enggak dapat. Tapi benar - benar pengalaman berharga, apalagi bisa belajar bukan hanya dari mentor, tapi juga dekom (Dewan Komisioner), sesama challengers, dan juga panitia. Bersyukur bisa meraih hibah dan memenangkan penghargaan sebagai Best of the Best Challenger DSC XI juga," paparnya.

Hal yang paling menantang menurut Arlin adalah ketika harus memamerkan bisnis sendiri di depan Dewan Komisioner (Dekom). Mereka yang terlibat menjadi Dekom antara lain Surjanto Yasaputera, Direktur Wismilak Grup; Antarina S.F. Amir, Akademisi & Direktur HighScope Indonesia; dan Helmy Yahya, CEO R66 Media, Entrepreneur & Public Speaker.

Arlin yang berasal dari Tangerang berhasil mendapat hibah modal usaha sebesar Rp 300 juta. Pada ajang ini total hibah modal usaha mencapai 2 Miliar Rupiah.

Dalam perjalannya sejak lolos tahap 150 besar dan mengikuti audisi, Arlin didampingi mentor pilihannya yaitu Helga Angelina, Co-founder Burgreens. Tidak hanya itu, dia juga mendapat hadiah apresiasi tambahan sebagai Best of the Best Challenger senilai Rp 50 juta.

Ketua Dewan Komisioner DSC XI, Surjanto Yasaputera mengungkapkan kebahagiaannya, melihat perjalanan para pejuang ketika mengikuti ajang tersebut sehingga terlihat ekosistem wisausaha Indonesia yang berkualitas dan terlihat banyak generasi muda yang #BikinGebrakan. Karena, dia melihat begitu banyak anak muda yang sangat antusias dengan ide bisnis mereka.

Tidak terasa 11 tahun sudah ajang ini digelar. Proses panjang sejak 14 Agustus 2020 akhirnya menghasilkan para usaha muda yang brilian.

"Tidak terasa hari ini DSC XI telah berakhir. Kita telah menyaksikan perjalanan para challengers di babak final yang diadakan di Surabaya lewat web series DSC XI. Selamat kepada peraih hibah modal usaha, maupun grand finalist lain yang mendapat apresiasi dan penghargaan lain. Selain itu, kami juga mengucapkan selamat bagi para challengers dari awal proses market challenge. Walaupun ada yang belum bisa lolos hingga grand final, kami yakin banyak sekali ilmu, pembelajaran dari Mentor ataupun Dewan Komisioner, serta jaringan yang didapat dari program DSC XI. Semoga semua pengalaman tersebut bermanfaat dan dapat diambil hikmah terbaiknya, pastinya dengan tujuan membuat bisnis para peserta lebih maju lagi," papar Surjanto.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA