Industri Fesyen Muslim Bertahan di Tengah Pandemi

IN
Oleh inilahcom
Kamis 25 Februari 2021
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Industri muslim fesyen tanah air telah mencapai masa puncaknya, begitu banyak brand baru bermunculan; baik online maupun offline.

Sebagian brand tidak dapat bertahan di masa pandemi dan berusaha mengalihkan bisnisnya ke bidang lain.

Elzatta hijab adalah salah satu brand lokal muslim yang menjadi pionir di dunia fesyen Muslim Tanah Air.

Dengan kekuatan hijab, gamis dan keragaman printing-nya serta garis yang feminin dan fitting yang nyaman, Elzatta menjadi salah satu brand yang akrab bagi para muslimah.

Dilengkapi dengan koleksi fesyen anak, Elzatta yang didirikan oleh Elidawati Ali Oemar telah menjadi pilihan keluarga Muslim Indonesia sejak tahun 2012.

Meski tergolong sebagai perusahan besar, Elzatta pun turut merasakan dampak pandemi, dan berusaha terus bertahan di tengah keterbatasan.

Elidawati mengakui bahwa Elzatta merasakan dampak pandemi yang begitu besar. Brand yang memiliki ratusan offline store ini berusaha keras membuat bisnis tetap berjalan.

"Brand Elzatta menjadi tumpuan penghidupan banyak orang, dari mitra, agen, reseller, begitu juga para supplier kami. Meskipun begitu berat terasa, kami harus terus putar otak agar brand ini bisa terus menjadi harapan bagi banyak orang. Kami pikir kami tidak bisa diam saja menunggu pandemi usai, kami akhirnya memutuskan terus meluaskan usaha," kata Elidawati, saat temu media virtual, Jakarta, Kamis, (25/02/2021).

Elzatta mempertahankan brandnya dengan dua cara; online dan offline.Dengan hadirnya Tika Mulya sebagai Vice President Elzatta, brand ini semakin mengaktifkan penjualan online-nya. Tika yang berusia dibawah 30 tahun ini hadir sebagai penyeimbang Elidawati untuk menyegarkan Elzatta dengan ide-ide segarnya di ranah online.

Sementara untuk offline, brand ini merapikan kembali toko-toko offline-nya. Menutup toko-toko yang tidak bisa dipertahankan dan membuka dan melakukan re-opening toko di pasar potensial untuk me-remind pasar tentang brand ini.

Tanggal 14 Februari lalu, Elzatta membuka Galeri Elzatta di Medan, sebagai penanda kembalinya semangat belanja offline. Pembukaan ini akan diikuti oleh re-opening toko-toko Elzatta di kota lain termasuk di Bandung.

"Kami memperbarui tampilan toko Elzatta dengan tampilan lebih segar. Kami ingin membuat konsumen kembali bersemangat berbelanja offline," tutur Elidawati.

Kegiatan ini juga diiringi dengan kegiatan sosial donasi busana dari Elzatta dengan total target donasi senilai 1 Miliar.

"Ketika membuka toko di sebuah kota, kami juga ingin berbagi dengan masyarakat sekitar. Kami datang inshaAllah membawa manfaat bagi semua," ujar Elidawati.

Dari segi koleksi, Elzatta juga mengeluarkan koleksi khusus bernama Scarf Nusantara. Sesuai judulnya, scarf ini mengangkat tema 38 kota di Indonesia. Elzatta menganggap betapa pentingnya kita mengapresiasi kekayaan kota-kota di Indonesia. Selain itu masa pandemic juga membuat kita tidak bisa travelling seperti biasa.

"Kemunculan scarf ini diharapkan bisa menjadi penghibur kerinduan akan travelling. Setelah ini, kami akan mengeluarkan batch kedua yang mengangkat kota-kota lainnya," ujar Tika Mulya selaku Vice President Elzatta .

Scarf ini dijual bersama dengan masker bermotif senada.Mempersiapkan Ramadan dan Lebaran, Elzatta juga telah menyiapkan koleksi sarimbit dengan motif apik yang terinspirasi dari kekayaan motif lokal.

"Melalui setiap koleksi Elzatta, kami ingin menekankan pentingnya local pride. Betapa kita begitu kaya akan budaya namun tetap harmoni membentuk kesatuan yang indah. Semoga Elzatta terus bisa menemani momen kebersamaan di Indonesia dan semoga pandemi ini akan segera berlalu," tambah Tika. (tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA