Wujud Nyata Frisian Flag Indonesia Selamatkan Bumi

IN
Oleh inilahcom
Rabu 03 Maret 2021
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta Tidak hanya terus berupaya untuk menjaga kesehatan gizi anak bangsa, Frisian Flag Indonesia (FFI) kini mengambil langkah kongkrit menyelamatkan bumi dari limbah plastik.

Pernahkah terpikir, setiap membeli susu kamasan, apakah sedotan yang digunakan dapat diolah kembali sampahnya?

Ternyata, FFI memikirkan hal tersebut. Limbah plastik yang semakin menggunung dan sulit terurai adalah masalah yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Tidak heran ketika FFI mengajak generasi muda untuk memulai perubahan kecil untuk sebuah dampak yang besar bagi kelestarian bumi mendatang dengan sebuah kampanye #JagaGiziJagaBumi.

Saat ini Indonesia tengah memasuki fase darurat sampah. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menaksir timbunan sampah di Indonesia tahun 2020 sebesar 67,8 juta ton.

Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk. Tentunya permasalahan ini tidak bisa dianggap sepele. Dibutuhkan partisipasi dan kemitraan dari semua pihak untuk dapat bersinergi dan bergerak bersama mengatasi permasalahan lingkungan ini.

Pada peringatan HPSN kali ini, KLHK memiliki tujuan untuk membangun partisipasi publik, serta meperkuat peran aktif pelaku usaha dalam implementasi bisnis hijau, dan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi.

"Upaya Frisian Flag Indonesia dalam menjalankan bisnis ramah lingkungan yang berkelanjutan, serta inisiatifnya untuk melibatkan partisipasi generasi muda, menjadi salah satu solusi yang selaras dengan upaya pemerintah, yang bukan hanya mengurangi tumpukan sampah hingga 30 persen pada 2025, tapi juga mewujudkan perilaku ramah lingkungan, dengan mengurangi sampah dari sumbernya," ungkapDra. Jo Kumala Dewi, M.Sc, selaku Direktur Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, baru - baru ini.

Sebagai bagian dari FrieslandCampina, Frisian Flag Indonesia mengusung visi global perusahaan Nourishing a Better Planet, yang bertujuan untuk mewujudkan Indonesia yang Sehat, Sejahtera dan Selaras.

Menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari, Frisian Flag Indonesia (FFI) menghadirkan sedotan kertas pada rangkaian produk susu siap minum rendah lemak andalannya.

"Salah satu bentuk pengejawantahan dari visi ini adalah dengan mulai menghadirkan kebaikan sedotan kertas yang ramah lingkungan pada produk susu cair siap minum rendah lemak andalan kami, Frisian Flag Low Fat 225 ml varian Belgian Chocolate, French Vanilla dan Californian Strawberry," kataAndrew F. Saputro,Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia.

Selain itu, FFI juga mengajak generasi muda untuk bersama-sama memulai perubahan kecil, yang dapat memberikan dampak positif pada lingkungan, melalui kampanye #JagaGiziJagaBumi.

Melalui inisiatif ini, FFI mengajak masyarakat untuk terus menjaga pemenuhan gizi harian, sekaligus menjaga kelestarian bumi, dimulai dari penggunaan sedotan kertas - sehingga dapat turut berkontribusi dalam menyelamatkan hingga 10 ton limbah plastik per tahun.

Andrew menambahkan, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen, sedotan kertas yang diproduksi juga telah melalui uji pangan, food grade certified dan bebas gluten alergen.

Material yang dipilih menggunakan bahan yang ramah lingkungan, dapat didaur ulang recylceable dan telah mendapat sertifikasi FSC (Forest Stewardship Council).

Lebih lanjut, FFI juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cara baru menikmati susu dengan menggunakan sedotan kertas. FFI memperkenalkan langkah rekomendasi 4S:

1. Sedotan dikeluarkan, tanpa mencopot plastik pada kemasan

2. Susu dihabiskan

3. Sedotan dimasukkan kembali ke kemasan agar tidak tercecer

4. Sampah dibuang di tempatnya

Langkah rekomendasi ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman baru menikmati susu, serta memberikan kemudahan lebih dalam proses pemilahan dan pengolahan sampah setelah susu selesai dikonsumsi.

Inisiatif Frisian Flag Indonesia dalam melibatkan generasi muda untuk memulai perubahan baik ini bukan tanpa alasan. Data terbaru Badan Pusat Statistik menunjukkan saat ini Indonesia didominasi generasi Z dan milenial.

Gen Z mendominasi hingga 27,94 persen dan milenial sebanyak 25,87 persen. Artinya generasi muda memiliki peran krusial dalam membentuk kebiasaan baru dan memberi dampak pada keberlangsungan bumi di masa depan.

Pada sisi lain, kesadaran akan memulai gaya hidup berkelanjutan yang lebih peduli terhadap lingkungan mulai ditunjukkan kalangan ini.

Hal ini bisa dilihat dari bagaimana generasi ini mulai melakukan berbagai langkah kecil untuk bumi yang lebih baik, mulai dari hal-hal sederhana seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, juga maraknya penggunaan sedotan kertas.

Menjadi generasi muda yang menunjukkan kepedulian dan berupaya menghadirkan solusi untuk permasalahan sampah dan lingkungan di Indonesia,

Waste Management Trainer dari Waste4Change, Saka Dwi Hanggara menyampaikan, meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat khususnya generasi muda akan pentingnya memulai perubahan gaya hidup dan pengelolaan sampah menjadi langkah penting yang perlu terus digaungkan.

"Komunikasi dan sosialiasi menjadi bagian dari solusi. Inisiatif #JagaGiziJagaBumi yang digagas Frisian Flag Indonesia dengan melibatkan generasi muda menjadi aksi yang perlu diamplifikasi dan diwujudkan menjadi praktik nyata, dimulai dari diri sendiri. Sehingga diharapkan ke depan, perubahan kecil ini dapat diresonansi dan memberi dampak yang lebih besar pada lingkungan," papar Saka.

"Kehadiran kebaikan sedotan kertas pada produk susu cair siap minum rendah lemak kami menjadi langkah awal perusahaan dalam menghadirkan produk dan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Ke depan, inisiatif ini akan terus kami lanjutkan dan kami perkuat, guna mewujudkan komitmen 100 persen kemasan yang dapat didaur ulang pada 2025 mendatang," jelas Andrew.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA