Jaga Kesehatan Lansia dengan Asupan Makanan

IN
Oleh inilahcom
Selasa 09 Maret 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta dr. Johanes Chandrawinata, MND, SpGK, pakar diet dan gizi klinik, dan anggota IDI menjelaskan saat dirawat di rumah sakit, pasien lansia kurang bersemangat dalam menyantap makanannya.

Karena itu proses penyembuhan nya menjadi semakin lama. Sebenarnya penggunaan MSG pada makanan di rumah sakit bisa menjadi solusi untuk mempercepat proses recovery pasien lansia yang diopname.

"Sudah banyak penelitian yang membuktikan hal tersebut, salah satunya dilakukan oleh Shigeru Yamamoto dkk, pada tahun 2009, dalam penelitian tersebut, terbukti bahwa pemberian MSG pada makanan yang dikonsumsi lansia membuat mereka lebih banyak memproduksi saliva, itu penting untuk mambantu proses mengunyah dan menelan pada lansia," ungkap dr. Johanes, di acara webinar PT. AJINOMOTO INDONESIA, Jakarta, Selasa, (09/03/2021).

Kemudian, penelitian tersebut juga membuktikan bahwa penambahan MSG pada makanan yang dikonsumsi lansia, membuat nafsu makan mereka meningkat.

"Kita sadar bahwa salah satu faktor utama penyebab malnutrisi pada lansia adalah turunnya nafsu makan dan juga masalah mengunyah serta menelan. Sehingga, peran MSG ini ternyata sangat baik," lanjutnya.

Menambahkan penjelasan sebelumnya, menurut dr. Johanes, jika penambahan MSG pada makanan diberikan pada lansia yang sehat dan tidak diopname di rumah sakit, maka sistem imun nya akan terjaga karena nafsu makan mereka meningkat untuk makan makanan yang bergizi.

Melakukan diet rendah garam juga menjadi salah satu cara untuk mencegah munculnya penyakit degeneratif, dengan mencegah hal tersebut, peluang kita untuk menjaga sistem imun semakin tinggi.

Sudah banyak penelitian tentang penurunan asupan natrium (garam). Contoh, Halim dkk dalam penelitian terbaru tahun 2020, Journal of Food Science juga membuktikan peran MSG dalam menjaga rasa nikmat pada makanan walaupun kadar natrium nya dikurangi antara 30-60 persen.

"Dari penelitian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa penurunan asupan garam dapat dicapai tanpa harus mengorbankan cita rasa makanan dengan penambahan MSG secukupnya," papar dr. Johanes.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA