Hadapi Covid-19, Masyarakat alami Pandemic Fatigue

IN
Oleh inilahcom
Kamis 25 Maret 2021
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Ada satu titik seseorang merasa jenuh terhadap perubahan-peubahan yang ditawarkan atau diminta dilakukan saat menghadapi pandemi. Hal Itu disebut pandemic fatigue.

Menurut Daisy Indira Yasmine sebagai Sosiolog, kejenuhan sosial, akan pengaruhi angka kepatuhan.

"Pandemic fatigue menurut WHO adalah demotivasi atau kejenuhan untuk mengikuti prokes yang dianjurkan, muncul secara bertahap dari waktu ke waktu. Datang dan pergi. Bisa sebulan mulai jenuh, lalai, lalu kalau dengar informasi baru, patuh lagi," papar Daisy Indira, saat temu media virtual yang diadakan Forum Ngobras bersama Frisian Flag, di Jakarta, baru - baru ini.

Kejenuhan ini dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman yang dia rasakan selama pandemi.

"Kalau di anggota keluarga atau lingkungan banyak yang terkena, tentu akan beradaptasi lebih lancar. Kalau di sekitar ngga ada yang kena, lebih abai," tambahnya.

Ada juga yang pandemic fatigue akhirnya pasrah, daripada tidak bisa melakukan yang diinginkan. Ada juga yang justru stress karena tekanan terlalu kuat, tidak jelas kapan berakhir, itu mengganggu kesehatan mentalnya.

"Pandemic fatigue sudah diduga, apalagi kalau ada krisis kesehatan public yang berlarut-larut. Kita pun kalau terkena penyakit kronis bisa memengaruhi kekuatan mental kita menhadapi hal tersebut. Demikian juga dengan pandemi," ujarnya.

Selain itu, masih menurut Daisy, karena perubahan yang dipaksakan harus dilakukan, oleh institusi, negara, komunitas global, kepada orang yang terkena atau tidak.

"Orang yang hidupnya biasa-biasa saja diminta melakukan perubahan, sehingga kejenuhan itu bisa muncul," tambahnya.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA