Tips untuk Ibu Atasi Situasi Krisis saat Pandemi

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 03 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah studi dari UN Women mengungkapkan 57 persen wanita mengalami peningkatan stres dan kecemasan.

Hal tersebut karena akibat bertambahnya beban mengurus keluarga dan juga pekerjaan rumah tangga, serta permasalahan ekonomi.

Belum lagi ditambah berbagai ketidakpastian yang masih menghantui, seperti kapan pandemi berakhir?

Kapan sekolah kembali dibuka? bagaimana situasi ekonomi ke depan?

"Karenanya, kami berharap kehadiran #MYBABYMomversity tahun ini mampu membantu ibu mengurangi kecemasan yang ia hadapi. Dengan demikian, anggota keluarga khususnya anak-anak dapat menjadikan ibu sebagai role model yang senantiasa bahagia sekaligus tangguh", ujar Selva Marsentiani, Senior Head of Brand Communications & Content MY BABY, Jakarta, baru - baru ini.

Ibu kerap kali harus bersentuhan dengan berbagai macam tantangan, bahkan sebelum pandemi melanda.

Kekhawatiran akan kesejahteraan anak, kurang istirahat, tidak cukup Me Time, serta berbagai permasalahan yang ibu hadapi di saat pandemi jelas membuat ibu semakin kewalahan.

"Karenanya, kemampuan menyadari pikiran, emosi dan apa yang ibu rasakan secara fisik dan mental pada momen saat ini, adalah kunci agar ibu mampu beradaptasi dan fokus pada apa yang bisa ia kendalikan, bukan pada hal-hal yang belum pasti", ungkap Tiara Puspita, M. Psi.

Tiara menambahkan, ada tiga hal yang dapat ibu lakukan agar bangkit dari situasi krisis yang dihadapi dan tangguh jalani perannya selama masa-masa menantang ini:

1. Self-care

Ibu dapat mengurangi rasa stress dan cemas dengan lebih peduli terhadap dirinya.

Selain dengan memanjakan diri, ibu juga bisa melakukan meditasi untuk membuat ibu lebih rileks dan mendapatkan fokusnya kembali.

Menempatkan kondisi fisik dan emosional sebagai prioritas, mampu membantu ibu mencapai kebahagiaan serta kesehatan yang optimal untuk dirinya dan keluarga;

2. Ciptakan keharmonisan keluarga

Ketika ibu mencontohkan hubungan yang penuh kasih dengan ayah dan anak-anak, mereka akan merasa lebih aman dan dicintai.

Bahasa yang positif, aktif mendengarkan, dan empati bukan saja membantu menciptakan lingkungan keluarga yang damai dan bahagia pada saat-saat stres seperti sekarang, namun juga dapat mempermudah ibu dalam melakukan pembagian tugas dengan seluruh anggota keluarga.


3. Latih diri untuk menerima situasi yang ada, baik situasi yang dapat diubah dan dikendalikan maupun tidak

Sadari bahwa ibu tidak harus selalu sempurna. Dengan memahami batasan antara kedua hal tersebut, ibu dapat mengarahkan energinya secara lebih efektif dan optimal pada hal-hal yang berada dalam kendali.

Penerimaan dapat membantu ibu untuk lebih mampu menerima diri sendiri dengan kelebihan dan kekurangan yang ada, dan dapat membantu memaksimalkan kualitas self-care dan me-time yang dilakukan untuk dirinya sendiri. (tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA