Mengenal Manfaat Minyak Atsiri

IN
Oleh inilahcom
Selasa 13 April 2021
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Prof. Dr Irmanida Batubara Msi, peneliti natural resource, kepala pusat studi bio farmaka tropika LPPM IPB memaparkan, minyak atsiri merupakan minyak yang dihasilkan cengkeh dan pala.

"Minyak atsiri memiliki berbagai manfaat bagi tubuh, karena terkandung senyawa aktif di dalamnya, seperti antibakteri, antivirus, antijamur, analgesic, merangsang selera makan, bahkan dapat berfungsi sebagai penghilang bau badan," papar Prof. Dr Irmanida Batubara Msi, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa, (13/04/2021).

Rempah Nusantara diketahui telah membentuk peradaban dunia sejak ribuan tahun lalu, berawal dari penemuan segenggam cengkih pada wadah keramik yang terbakar di gurun pasir Suriah, di tepi sungai Efrat pada era Raja Yadihk-Abu yakni sekitar 1721 SM.

Padahal cengkih merupakan tanaman yang tumbuh di daerah Maluku.

Pemanfaatan kekayaan rempah nusantara juga dikatahui dari relief candi Borobudur yang menggambarkan potret masyarakat saat itu sedang meracik jamu, bahkan peneliti LIPI mengungkap adanya 63 spesies tanaman kuno di relief candi Borobudur yang kala itu dimanfaatkan masyarakat Nusantara sebagai rempah guna diambil khasiatnya.

Prof. Dr Irmanida Batubara Msi menambahkan, minyak atsiri sejak lama digunakan dalam berbagai hal, baik itu sebagai pengobatan serta ritual keagamaan.

Menghirup minyak atsiri juga dapat menurunkan kadar stress seseorang, karena kandungan yang ada di dalamnya mampu menurunkan tekanan darah.

"Senyawa aktif yang terkandung dalam minyak atsiri apabila dihirup dapat menurunkan kadar stress pada tubuh, serta mebuat laju detak jantung lebih teratur. Sehingga tubuh seseorang yang menghirupnya menjadi lebih rileks." tambah Prof. Dr Irmanida Batubara Msi.

Dia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama memanfaatkan kekayaan rempah yang dimiliki bangsa ini, tentunya dengan didukung oleh sains agar pemanfaatannya tetap aman.

"Dukungan sains akan meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan bahan alam Indonesia," tambah Prof. Dr Irmanida Batubara Msi.

Aisha Maharani, seorang senior halal consultant sekaligus CEO dari Halal Corner dan Nabilla Ayumu mengatakan, penggunaan minyak essential telah dilakukan sejak lama oleh umat manusia untuk menunjang kesehatan tubuh, terlebih bagi orang-orang yang menganut gaya hidup alami.

"Menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit hingga menyembuhkan penyakit kronis dapat dicapai dengan gaya hidup alami, selain beraktivitas sesuai jam biologis tubuh, melakukan oil pulling juga merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk gaya hidup alami," ucap Nabilla Ayumu.

Nabilla Ayumu menjelaskan, Oil Pulling sudah dilakukan umat manusia bahkan sejak zaman dahulu dan merupakan salah satu praktik kuno guna menjaga kesehatan.

"Oil pulling merupakan praktik kuno yang lemlibatkan desir minyak di mulut anda untuk mengatasi bakteri yang overgrowth, penggunaan minyak seperti minyak zaitun untuk berkumur dapat meningkatkan kebersihan mulut dan menarik racun keluar tubuh," papar Nabilla Ayumu.

Kini pemanfaatan rempah khas Nusantara dapat dirasakan khasiatnya melalui Minyak Balur Kauniyah yang diramu dengan 13 esential oil terapheutic grade yang terkandung di dalamnya.

Manfaat dan jenis dari ramuan minyak tersebut dalam Minyak Balur Kauniyah adalah sebagai berikut:

1. Oleum Oleae Europea (Minyak Zaitun)

Ibnu Qayyim Al-Jauziah dalam Zad AlMaad beliau menyebutkan bahwa zaitun bermanfaat untuk membebaskan racun dan mencegah tumbuhnya uban, serta mengobati luka bakar dan menguatkan gusi.

Penelitian modern menunjukkan Minyak Zaitun mengandung Oleocantal, yakni senyawa kimia yang berfungsi sebagi anti mikroba, anti oksidan dan anti inflamasi.

2. Oleum Cocos (Minyak Kelapa)

Asam laurat dalam minyak kelapa mampu membunuh bakteri, virus dan jamur. Studi membuktikan kandungan lemak dalam minyak kelapa mampu menutrisi dan melembabkan kulit kering.

3. Oleum Citonelae (Minyak Sereh)

Minyak sereh selain sebagai anti serangga, juga memiliki efek detoksifikasi, meredakan peradangan dan mencegah infeksi.

4. Illici Veri Flos (Minyak Bunga Lawang)

Minyak bunga lawing mengandung glinalol dan vitamin C yang merupakan antioksidan kuat, Journal Chemico Biological Interactions menemukan fakta bahwa minyak bunga lawang dapat mengurangi aktivitas sel kanker.

Riset lanjutan menunjukkan manfaat minyak ini untuk memperbaiki pencernaan dan mengatasi gangguan tidur pada pengidap insomnia.

5. Oleum Caryophylli (Minyak Cengkeh)

Minyak cengkeh digunakan luas untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meredakan stress, menghilangkan sakit kepala serta meringankan masalah pernapasan.

6. Oleum Pimpinella Anisum (Minyak Adas)

Minyak adas digunakan secara luas untuk meredakan pilek dan flu, meringankan masalah pencernaan, nyeri haid pada wanita, serta sebagai inflamasi, diuretic dan anti mikroba.

7. Oleum Cajuputi (Minyak Kayu Putih)

Minyak kayu putih digunakan secara luas untuk meredakan berbagai masalah pernapasan, mengurangi ketidaknyamanan akibat gigitan serangga, meningkatkan imunitas tubuh, serta meredakan nyeri sendi.

8. Zingiberis Offocinalis (Minyak Jahe)

Minyak jahe digunakan secara luas untuk meredakan mual, melancarkan saluran pernapasan, mengatasi migraine, mengurangi nyeri, mengatasi infeksi serta memiliki efek mengurangi stress.

9. Oleum Ziziphus Mauritiana (Minyak Bidara)

Minyak biadara digunakan secara luas untuk meredakan demam pada anak-anak, bisul, ambeien, serta antiseptic pada luka. Minyak ini juga dipercaya secara luas untuk digunakan sebagai media pengobatan penyakit non-medis (sihir serta gangguan jin) Kajian syariat dalam agama Islam meyakini dan memperbolehkan penggunaan minyak/daun bidara sebagai salah satu cara untuk pengobatan non-medis tersebut.

10. Curcuma Domestica Rhizoma (Minyak Kunyit)

Minyak kunyit digunakan secara luas untuk mengatasi masalah persendian dan pencernan. Minyak ini juga digunakan untuk memperbaiki fokus serta mengurangi stress.

11. Myristica Fragnastis Semen (Minyak Pala)

Minyak pala digunakan secara luas untuk mengobati insomnia, meredakan nyeri dan peradangan, Minyak ini juga digunakan secara luas sebagai minyak oles anti jamur.

12. Nigellae Sativa Semen (Minyak Habbatusauda)

Minyak habbatussauda dibunakan secara luas dan sejak lama sebagai anti radang, anti infeksi, meredakan rematik, serta menambah tingkat konsentrasi.

13. Piperis Bettle Folium (Minyak Daun Sirih)

Minyak daun sirih mengandung betlephen
dan chavic yang memiliki daya mematikan bagi kuman, megandung antioksidan, anti jamur dan digunakan secara luas untuk mengobati gatal, eksim serta gangguan kulit lainnya.

Minyak Balur Kauniyah dapat digunakan pada berbagai bagian tubuh untuk mendapatkan berbagai manfaat, seperti membalurkannya di bagian tengkuk, dahi dan pelipis dapat mengatasi nyeri dan sakit kepala serta gangguan tidur.

Membalurkannya di bagian betis kaki yang sakit, dapat membantu untuk mengatasi pegal-pegal, memar, benjol, serta ambeien.

Selain itu, membalurkan Minyak Balur Kauniyah pada bagian kulit dapat mengatasi mual, nyeri haid pada perempuan saat datang bulan, serta mengatasi gangguan pencernaan.

Untuk mengatasi gangguan pernapasan, meredakan flu serta masuk angin dapat membalurkan minyak ini pada bagian punggung serta bagian dada.

Sementara itu untuk menjaga stamina tubuh, Minyak Balur Kauniyah dapat dibalurkan pada bagian telapak kaki serta tulang bagian belakang.

Apabila digunakan untuk bayi dengan rentang usia 0-3 bulan, Minyak Balur Kauniyah dapat dicampurkan terlebih dahulu dengan VCO dengan perbandingan 1:1 agar lebih encer sehingga dapat lebih merata ketika dibalurkan di tubuh anak. (tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA