Masker Karya Anak Bangsa Tembus Delapan Negara

IN
Oleh inilahcom
Rabu 21 April 2021
share
Istimewa

INILAHCOM, Bandung - Keadaan yang sedang tidak baik-baik saja ini, membuat seluruh masyarakat dunia mengalami adaptasi kebiasaan dalam bersosialisasi.

Akibat pandemi Covid-19 yang urung selesai, penggunaan masker berkualitas menjadi sebuah kewajiban dalam segala aktifitas dimanapun kita berada, agar terhindar dari virus Covid-19.

Kini, setelah setahun lebih pandemi Covid-19 mendera, masker yang awalnya merupakan produk kesehatan, kini telah menjelma menjadi trend bagi penggunanya.

Sukses mengembangkan produk kain kesehatan, PT ATEJA mulai mengembangkan produk masker kain ber-merk Ateja Mas. Hadirnya Ateja Mask, didasari oleh niat mulia, yaitu membantu pemerintah dan masyarakat.

Diawali terjadi kelangkaan masker medis di mana-mana, harga masker sangat tinggi dan tak terjangkau oleh kalangan menengah-bawah.

Beranjak dari hal tersebut, PT. ATEJA tergerak untuk membantu pemerintah dan masyarakat dengan mengembangkan masker berbahan kain.

Ateja Mask pertama yang dibuat adalah masker kain dengan tipe flat-fold yang telah melewati proses uji-coba, sebelum akhirnya dipasarkan secara resmi pada 17 April 2020.

Diakhir tahun 2020 lalu, Ateja Mask menjadi satu-satunya produk masker kain produksi Indonesia yang mendapatkan sertifikasi AFNOR UNS-1 (standar masker kain yang dipergunakan di Benua Eropa).

"Hal ini merupakan sebuah kesuksesan tersendiri mengingat Ateja Mask ternyata sejalan dengan acuan standar masker kain WHO melalui Interim Guidance (Juni 2020), yaitu model masker flat-fold dinyatakan sebagai salah satu model masker yang efektif guna meredam penyebaran Covid-19," kata Senior Director PT Ateja Tritunggal Benny Judihardjo, Bandung, seperti yang dikutip dari siaran pers, Rabu, (21/04/2021).

Berdasarkan hasil uji mandiri yang telah dilakukan PT. Ateja diperoleh hasil bahwa Ateja Mask mampu memenuhi syarat mutu masker kain tipe A, B, dan C.

Sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa sebaiknya masyarakat menggunakan masker yang terstandardisasi, manajemen berkomitmen untuk memastikan jaminan mutu produk melalui sertifikasi SNI masker kain tipe C, yakni masker kain untuk penggunaan filtrasi partikel yang dilengkapi fitur antiair dan antibakteri/virus.

Hal ini menjadi sebuah torehan prestasi, di mana Ateja Mask, menjadi yang pertama dan satu-satunya di tanah air yang meraih Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT-SNI) tipe C dari LSpro TEXPA Balai Besar Tekstil, yakni lembaga sertifikasi produk yang ditunjuk BSN sebagai lembaga penilai kesesuaian mutu SNI untuk lingkup produk masker kain. Karena itulah, banyak instansi pemerintah, swasta dan militer menggunakan Ateja Mask.

"Ateja Mask aman dan nyaman dipakai serta mampu memproteksi manusia dari ancaman virus Covid-19, sehingga kita dapat terus menjalankan aktifitas secara normal dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dan Gerakan 5M. Melalui hal tersebut kehidupan diharapkan dapat segera pulih seperti sediakala dan roda ekonomi kembali dapat berputar dengan cepat," tambahnya.

Bukan hanya masker, PT. ATEJA selain mengembangkan Ateja Mask, juga berinovasi memproduksi Ateja Hazmat yang kiwari terbagi atas dua kategori yaitu Medical Hazmat dan Fashion Hazmat, untuk penggunaan di perkantoran, bagi dokter (tenaga medis), dan masyarakat umum.

Produk Ateja Medical Hazmat sendiri telah memeroleh ijin edar dari Kementerian Kesehatan RI (3 September 2020).

Produk APD PT. ATEJA sampai saat ini tercatat telah diekspor ke 8 (delapan) negara yang mencakup 3 (tiga) benua, yakni Asia, Australia, dan Amerika.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA