Hari Bumi, Foreo Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan

IN
Oleh inilahcom
Senin 26 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Berita tentang perubahan iklim dan pencemaran lingkungan banyak kita lihat setiap harinya.

Ada banyak mikroplastik tersebar di lautan dan tempat pembuangan sampah juga semakin meningkat, ini seharusnya menjadi pertanyaan untuk kita semua, dari mana semua limbah ini berasal dan apakah kita bagian dari masalahnya?

Dalam merayakan Hari Bumi di 22 April 2021, FOREO, perusahaan skin-tech Swedia meluncurkan kampanye lingkungan bernama Make It Last, Not Break Fast yang bertujuan untuk menyoroti malpraktek umum yang terjadi dalam industri elektronik.

FOREO adalah perusahaan yang memprioritaskan pelanggannya dan berusaha keras untuk membuat produk yang berkualitas tinggi dan tahan lama.

Yang membuatnya istimewa, mereka semua mengatakan bahwa produk FOREO mereka masih berfungsi dengan sempurna bahkan setelah 8 tahun digunakan serta tetap terlihat cantik dan bersih seperti baru dengan daya tahan baterai yang tetap luar biasa.

"Hal ini menunjukkan bahwa kami berhasil, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, tetapi juga dalam melestarikan planet kita dengan menghilangkan sampah elektronik dari pembuangan sampah yang sembarangan," kata Boris Trupcevic, CEO FOREO, Jakarta, Senin, (26/04/2021).

Cara perusahaan mengambil sikap itu sangat sederhana - caranya adalah dengan membuat produk yang bertahan selama mungkin.

"Kami memprioritaskan lingkungan dan kepentingan konsumen daripada keuntungan dan sejujurnya ini jauh lebih efektif daripada berdonasi atau memperoleh sertifikat," tambahnya.

Mungkin ada sisi negatifnya dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang tidak ada cara lain.

"Kesadaran publik tentang produk cepat rusak terus meningkat, salah satu contohnya adalah ketika pemerintah memaksa produsen terbaik untuk sengaja menghentikan downgrade baterai atau kinerja perangkat," tambahnya.

Berdasarkan data dari UN Global E-waste Monitor 2020, ada sebanyak 53,6 juta ton limbah elektronik yang diproduksi secara global, dalam lima tahun telah naik sebesar 21 persen dan diperkirakan dalam tahun 2030 akan mencapai 74,7 juta ton.

Hal ini adalah konsekuensi dari tingkat konsumsi peralatan listrik dan elektronik yang tinggi, siklus hidup produk yang pendek, dan opsi perbaikan elektronik yang sangat terbatas.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA