Ini Fakta Karyawan Alami Stres di Tempat Kerja

IN
Oleh inilahcom
Rabu 05 Mei 2021
share
Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah penelitian mengungkapkan, satu dari lima karyawan mengalami stres di tempat kerja, bukan karena beban kerja, tetapi karena masalah keuangan. Mengapa?

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa salah satu alasan menurunnya produktivitas kerja karyawan adalah masalah keuangan pribadi yang menjadi beban pikiran sehari-hari sehingga menyebabkan stres.

Stres yang dialami karyawan kemudian menimbulkan masalah kesehatan seperti sakit kepala berkepanjangan, kelelahan, dan depresi yang membuat izin sakit (sick days) karyawan meningkat dua kali lipat.

Menyediakan kesempatan belajar literasi keuangan bagi karyawan, menjadi salah satu upaya perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja karyawan untuk menjadikan karyawan yang lebih berdaya secara finansial.

Sejalan dengan Hari Pendidikan Nasional, QM Financial sebagai Your Financial Learning Partner, mengajak korporasi di Indonesia untuk meningkatkan financial intelligence sebagai upaya mewujudkan karyawan yang berdaya secara finansial.

"QM Financial ingin mewujudkan masyarakat (personal, UMKM, lembaga dan korporasi) yang memiliki keterampilan literasi keuangan agar berdaya secara finansial. Berdasarkan survei korporat yang dilakukan oleh QM Financial untuk karyawan di beberapa perusahaan, diketahui bahwa 51 persen karyawan merasa penghasilannya kurang dan 45,5 persen karyawan tidak siap pensiun," kata Ligwina Hananto, Lead Financial Trainer QM Financial, Jakarta, baru - baru ini.

Sementara dari sisi korporat, 87,5 persen korporat menyatakan membutuhkan program edukasi keuangan bagi karyawannya, terutama untuk menyadarkan karyawan agar dapat menjalani gaya hidup sesuai penghasilan.

Untuk itu, QM Financial menyarankan karyawan juga memiliki financial intelligence yaitu pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk mewujudkan finansial yang sehat, sebagai hal yang sama pentingnya seperti Intelligence Quotient, Emotional Quotient dan Spiritual Quotient.

"Financial intelligence bertujuan untuk mewujudkan kondisi finansial yang sehat. Karyawan bisa dikatakan telah sehat secara finansial apabila mereka sudah memiliki dan mengelola penghasilan untuk memenuhi kebutuhan saat ini dan masa depan, dapat mengelola utang dengan baik, siap menghadapi kondisi darurat pribadi, mampu pensiun dengan nyaman, dan tangguh menghadapi krisis finansial," ujar FDV Wulansari, Financial Trainer QM Financial.

Lebih lanjut FDV Wulansari menjelaskan, terdapat 3 fase karier karyawan di sebuah perusahaan khususnya dalam mengelola gaji. Pertama adalah fase recruit yaitu ketika karyawan bergabung dengan perusahaan.

Pada fase ini, masalah yang umum terjadi adalah karyawan tidak paham mengenai benefit perusahan, mengalami euforia gaji pertama sehingga lebih boros, dan terlibat utang konsumtif. Maka, karyawan perlu dibekali dengan keterampilan untuk melakukan pengelolaan gaji, mengenal benefit dari perusahaan, dan bijak berutang.

Fase kedua adalah retain yaitu fase ketika karyawan mulai memasuki level karier yang mapan. Pada fase ini, masalah yang umum terjadi adalah karyawan tidak optimal memanfaatkan kenaikan gaji yang diberikan perusahaan, belum mengenal produk investasi, dan tidak paham pentingnya aspek proteksi.

"Maka, karyawan perlu dibekali dengan keterampilan untuk mulai menghitung tujuan finansial, mengenal produk investasi, dan membuat rencana keuangan yang komprehensif. Fase terakhir adalah retreat, saat karyawan memulai persiapan transisi menuju pensiun," tambahnya.

Di fase ini, sebagian besar karyawan merasa tidak siap pensiun. Maka, karyawan perlu dibekali dengan keterampilan untuk menyiapkan aset aktif dan mengelola keuangan di masa pensiun. Untuk bisa menjalani setiap fase dengan baik, karyawan membutuhkan financial intelligence.

QM Financial menyediakan beberapa program edukasi keuangan sesuai dengan kebutuhan karyawan dan perusahaan, antara lain Pelatihan Pengelolaan Gaji, yaitu membimbing karyawan perusahaan agar memiliki kemampuan untuk mengelola gaji agar dapat memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya.

Program lainnya adalah Perencanaan Tujuan Finansial, yaitu memfasilitasi pengembangan kemampuan karyawan dalam menyusun rencana keuangan berdasarkan tujuan finansial.

Program terakhir yang disediakan adalah Persiapan Pensiun, yaitu pengembangan soft skills dan ilmu-ilmu lain yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan standar kehidupan yang ideal agar dapat pensiun sesuai dengan yang diinginkan.

"Kami percaya bahwa kesehatan finansial karyawan adalah kunci kesehatan finansial organisasi. Kami merasakan secara langsung adanya peningkatan produktivitas kerja karyawan saat kami lebih memperhatikan kesehatan finansial mereka dengan menyediakan program edukasi pengelolaan keuangan," kata Dudi Arisandi, Chief People Officer tiket.com.

"Kesehatan dan kesejahteraan karyawan menjadi hal terpenting bagi perusahaan terutama sejak pandemi COVID-19. Kesehatan fisik dan mental seringkali terjadi karena adanya isu finansial. Untuk itu kami senantiasa berupaya memperhatikan kesehatan karyawan, bukan hanya pada kesehatan fisik dan mental saja tetapi juga kesehatan finansial mereka," ujar Dudi Arisandi.

"tiket.com berkomitmen untuk menjadikan karyawan yang bahagia dan berdaya khususnya secara finansial. Anak muda zaman sekarang memiliki privilege berupa akses informasi yang jauh lebih luas dibanding generasi sebelumnya. Mereka bisa belajar dari mana saja, termasuk program edukasi finansial dari QM Financial yang berbasis digital sehingga tidak terbatas pada ruang, jarak, dan waktu. Jika hal ini dimanfaatkan dengan baik, masyarakat bisa berdaya secara finansial sejak masih muda," ujar Dudi Arisandi.

QM Financial menyediakan program literasi keuangan yang dapat diikuti melalui digital secara gratis di Website, YouTube, Instagram & Twitter.

Selain itu tersedia juga program berbayar dengan kurikulum yang didesain sesuai kebutuhan dan dilengkapi dengan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui pelatihan keuangan karyawan di QM Training, kelas finansial online via zoom di Financial Clinic Online Series, modul belajar finansial tanpa terpatok jadwal di Financial Journey on Udemy, diskusi finansial dengan berbagai pakar multidisiplin di Financial Dialogue, dan belajar finansial dengan konsep gamified microlearning di aplikasi Levio.

Dalam 3 tahun terakhir, QM Financial telah menjadi rekan belajar finansial bagi lebih dari 19 ribu peserta personal di 326 kota dan 27 negara, lebih dari 1.700 pelaku usaha dan lebih dari 200 perusahaan dengan lebih dari 40 ribu karyawan di 60 kota. (tka)

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA