Masalah Kulit Pengaruhi Kualitas Hidup

IN
Oleh inilahcom
Selasa 08 Juni 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Terdapat 1,9 milyar orang di seluruh dunia yang berjuang melawan permasalahan kulit yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka sehari hari.

Namun hanya 10 persen yang bisa mendapatkan akses dermatologi.

Sekitar 165 juta anak di dunia menderita eksim, satu dari dua orang memiliki alergi, dan 40 persen wanita dewasa memiliki kulit berjerawat.

Berbagai studi menunjukkan bahwa masalah kulit tidak dapat dianggap sebelah mata, karena dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang dari mulai kecemasan, kurang percaya diri hingga depresi.

dr. Aryani Sudharmono, Sp.KK(K), FINS-DV, FAADV, Dermato Venereologist menjelaskan, Di klinik dermo-venereologi yang kra dia tangani, jerawat merupakan penyakit kulit terbanyak yang dialami pasien, diikuti dengan masalah pigmentasi, kelainan pembuluh darah, tumor jinak kulit, dermatitis dan infeksi kulit.

Cukup banyak dari pasien tersebut yang pada awalnya terlihat kurang percaya diri sebagai dampak dari masalah jerawat.

"Jerawat itu sebaiknya diamati jumlahnya dalam periode tertentu misalnya, dua minggu sekali, bandingkan jumlah jerawat hari ini dengan jumlah jerawat dua minggu yang lalu," kata dr. Aryani Sudharmono, saat webinar LAROCHEPOSAY di Jakarta, baru - baru ini.

Masih menurutnya, kalau pengobatannya benar dan dilaksanakan dengan disiplin, biasanya jumlah jerawat semakin sedikit.

"Kalau jerawat baru masih muncul sebelum atau sesaat menstruasi, berarti masih sakit dan masih harus terus ditangani. Untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat, yang benar-benar sembuh dari jerawat, pasien perlu disiplin dalam melakukan perawatan kulit, termasuk membersihkan wajah secara teratur dan menggunakan produk perawatan yang direkomendasikan secara dermatologis," tambahnya.

Tidak hanya itu, hal yang sangat penting bagi pasien untuk disiplin dalam menjaga kesehatan kulitnya.(tka)

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA