Semua Negara Masih Perang Melawan Covid-19

IN
Oleh inilahcom
Kamis 10 Juni 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - News RCTI+ mengungkap banyak hal terkait perkembangan terkini kasus Covid-19.

Saat ini sudah banyak tercipta vaksin untuk melawan serangan virus yang pertama ditemukan di Wuhan, China tersebut.

Di Indonesia sendiri, dikenal banyak macam yaitu vaksin yang diproduksi PT Bio Farma, Oxford-AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax, Pfizer-BioNTech, dan Sinovac. Tingkat keampuhan dalam melawan virusnya juga bermacam-macam.

Hampir semua negara saat ini sedang berlomba untuk memvaksin warganya agar tercipta kondisi masyarakat yang bisa bertahan menghadapi Covid 19. Vaksin yang tercipta saat ini memang belum bisa menghindarkan orang 100% dari paparan virus tersebut.

Kita masih sering mendengar ada orang yang terinveksi virus Covid-19 padahal sudah disuntik vaksin 2 kali. Apalagi diketahui virus tersebut terus melakukan mutasi hingga muncul jenis virus-virus Corona jenis baru. Karena itu, meski sudah divaksin mereka dianjurkan tetap menerapkan protokol kesehatan secara baik.

Yang menarik, ada sejumlah negara yang sudah tidak mewajibkan warganya memakai masker setelah divaksin sebanyak dua kali. Salah satunya di Amerika Serikat (AS). Kebijakan itu ditempuh karena vaksinasi dilakukan secara massif hingga AS telah berhasil memvaksin 200 juta lebih penduduknya. Selain itu, ada Hungaria, Australia dan Selandia Baru yang juga tidak mewajibkan warganya memakai masker.

Di Wuhan, China, wilayah yang diduga sebagai asal Covid-19 juga telah bebas masker. Ini contoh keberhasilan sejumlah negara dalam memerangi Covid-19.

Namun negara lain yang program vaksinasinya tidak secepat AS dan negara lain, harus bersabar dengan tetap menerapkan prokes yang ketat. Di Indonesia, menurut data Kemkes.go.id sampai 4 Juni 2021, masyarakat yang telah melakukan vaksinasi dua kali sebanyak 11.070.389 orang.

Capaiannya masih 27,27% dari target sasaran vaksinasi Covid-19.

Pemerintah berusaha keras untuk melakukan vaksinasi. Bahkan pemerintah sudah membuka kran program vaksinasi gotong royong. Semua ditujukan agar vaksinasi bisa lebih cepat. Hal ini wajar karena hingga saat ini belum ditemukan obat untuk bisa menyembuhkan pasien yang terpapar Covid 19.

Sehingga vaksin menjadi harapan yang paling rasional untuk dilakukan secara cepat dan massif. Semakin banyak yang sudah tervaksin, perang melawan covid akan lebih mudah dilakukan.

Pandemi ini mendapat perhatian serius dari semua negara. Tidak saja virus tersebut membuat sakit hingga meninggal warganya, namun Covid 19 telah melumpuhkan sendi-sendi ekonomi dunia.

Banyak sekali bisnis yang dulu kokoh kemudian gulung tikar. Mulai bisnis pariwisata, bisnis transportasi hingga kuliner banyak yang menyerah dan masih banyak yang lainnya yang angkat tangan.

Kehidupan seakan mandek. Banyak orang takut bepergian. Orang takut keluar rumah karena khawatir terjangkit virus. Orang yang biasanya suka nongkrong di kafe berjam-jam juga mengubah kebiasaannya tersebut.

Banyak orang akhirnya banyak beraktifitas di rumah. Bekerja pun sejak awal Covid menyebar, banyak kantor menerapkan work from home (WFH). Semuanya diarahkan bagaimana tetap bisa melanjutkan bisnis namun tetap terjaga kesehatannya.

Hingga kini Covid-19 masih menjadi isu sentral di dunia. Karena masih sedikit negara yang mampu menghandle pergerakan virus tersebut seperti Selandia Baru dan Australia. Sebaliknya sejumlah negara mengalami peningkatan jumlah penderita Covid hingga tak terkendali. Ada India yang tiap harinya bisa mencapai 300 ribu penduduknya terinfeksi Corona. Ada juga wabah di Meksiko dan Brasil yang tak kalah mengerikannya.

Karena tak bisa ditangani sendiri, banyak negara bahu-membahu untuk mengatasi pandemi ini. Sejumlah negara akhirnya membantu India yang sudah kewalahan menghadapi serangan Covid-19.

Dalam perkembangannya, virus Covid 19 terus mengalami mutasi menjadi lebih cepat menular dan lebih ganas. Ada yang sudah ditemukan seperti virus covid dari Inggris, Afrika Selatan dan India. Mereka merupakan virus jenis baru yang sudah memyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

Co-Managing Director RCTI+ Valencia Tanoesoedibjo mengatakan News RCTI+ terus secara konsisten memberitakan setiap perkembangan dari pandemi Covid-19. "Berita soal Covid-19 sangat penting. Semua orang terdampak baik langsung maupun tidak langsung. Sehingga mereka selalu memantau apa yang terjadi terkait Covid-19 baik soal vaksin, mutasi virus, hingga dampaknya bagi kehidupan ekonomi," papar Valencia. [tka]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA