Pria dan Wanita Peluang Sama

Lawan Kanker Payudara, Astra Agro Punya Jurus Ini

IN
Oleh inilahcom
Kamis 10 Juni 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Saat ini, penyakit kanker payudara menjadi momok semua orang, tak peduli kaum wanita atau pria. Semuanya berpotensi terserang penyakit yang mematikan itu.

Namun, semuanya bisa dicegah dengan mengetahui gejala-gejala kanker payudara sedini mungkin. "Pentingnya kita melakukan deteksi dini, semakin cepat gejala terdeteksi, semakin besar peluang kanker payudara dapat disembuhkan. Sementara hanya 27% penderita sembuh jika sudah stadium lanjut," ungkap Amiek, pembicara dari Yayasan Daya Dara Indonesia dalam Agrovaria Lovepink yang diselenggarakan Astra Agro bekerja sama dengan Lovepink dalam webinar Breast Cancer Awareness yang diadakan secara virtual.

Webinar ini digelar untuk umum, termasuk para karyawan yang terkait dengan peran dan fungsi kesehatan. Mereka ada yang tengah bertugas di area Sumatera, Kalimantan maupun Sulawesi. Kegiatan tersebut berlangsung sejak 7 Juni hingga 10 Juni 2021.

Amiek menuturkan, masyarakat harus semakin aware terhadap kanker payudara, karena sampai saat ini penyebab kanker payudara masih belum diketahui secara pasti. "Ini merupakan kesadaran bersama. Kaena, laki-laki juga berpotensi terserang kanker payudara, meskipun rationya lebih kecil.

Menurut data, 1 dari 8 wanita berpotensi terdiagnosa kanker payudara, sedangkan pria 1 banding 880. Bahkan, pada laki - laki kanker payudara biasanya terdeteksi ketika sudah stadium lanjut.

Untuk bisa mengetahui tanda-tanda penyakit ini, maka perlu dilakukan SADARI dan SADANIS. Maksudnya SADARI adalah Periksa Payudara Sendiri, merupakan kegiatan pemeriksaan payudara secara mandiri. Sementara SADANIS adalah pemeriksaan payudara secara klinis. "Tidak perlu mau da tabu mengenali payudara sendiri, seperti apakah payudara terdapat benjolan, mengeras, berubah bentuk, mengeluarkan cairan dan lain sebagainya," lanjutnya.

Selain itu, potensi kanker payudara bisa dicegah dengan mengontrol faktor risiko, seperti menerapkan pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, mengendalikan berat badan dan aktif bergerak, serta mengelola stres. "Menghindari merokok, konsumsi alkohol, dan produk dengan kandungan pemanis buatan, pengawet, perasa, dan pewarna (4P) juga merupakan tindakan pencegahan potensi kanker," lanjutnya.

Fenny Sofyan, Manager Communications dan Investor Relations Astra Agro, menyampaikan, program awareness kesehatan ini, merupakan giat yang dilakukan Astra Agro secara rutin. "Pada tahun ini, Astra Agro fokus pada awareness kanker payudara," ungkapnya.

Melalui Program ini, Astra Agro mengadakan kegiatan SADARI massal dengan membekali kader - kader posyandu yang menjadi binaan Astra Agro di seluruh area Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. "Dengan demikian, diharapkan lebih banyak masyarakat yang dapat mendeteksi kanker payudara lebih cepat sehingga dapat mendapatkan penanganan yang lebih cepat lagi," katanya.

Ibu satu anak yang berwajah manis ini, mengatakan, program ini merupakan bentuk kepedulian Astra Agro terhadap kaum perempuan di lingkungan perkebunan mili perseroan.

Sementara itu, Pratiwi, Ketua Posyandu Kelurahan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang harus diperdalam. Pasalnya, pada tahun 2006, Pratiwi pernah mengidap tumor payudara pada tahun dan berhasil sembuh. "Alhamdulilah, semua support dari keluarga dan rekan-rekan," katanya.

Ia merasa sangat terbantu dengan penyuluhan kanker payudara dari Astra Agro dan Lovepink ini. Ia berpesan agar kegiatan penyuluhan kanker payudara ini dapat lebih sering dilaksanakan. "Kami yang di pedesaan ini sangat membutuhkan hal ini," ujarnya.

Sejalan dengan Pratiwi, Siti Hadja, Kader Posyandu Desa Mastasari, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat menyampaikan rasa terima kasih atas adanya kegiatan ini. "Kami merasa sangat dibimbing dan ditambah pengetahuan tentang kanker payudara," ungkapnya.

Prana salah satu penggiat Lovepink dan survivor kanker menyampaikan rasa bahagia bisa saling berbagi dalam kegiatan ini. "SADARI ini penting, karena masih banyak tanggapan yang salah tentang pengobatan kanker secara medis. Banyak yang memilih pengobatan alternatif, ketika semakin parah baru datang ke dokter," ungkapnya.

Prana melanjutkan, saat dirinya divonis mengidap kanker payudara pada 2016, peran serta keluarga dan koleganya, sangatlah penting. Menjadi sistem supportnya menuju kesembuhan. Alhasil, Prana tidak mersa berat untuk menjalani proses pengobatan yang cukup panjang. "Ingat, jika merasa ada yang tidak beres saat lakukan SADARI segera periksakan ke dokter, ini bukan hal yang tabu," tutupnya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA