Insentif Gosend Dinilai Jaga Kelangsungan Bisnis

IN
Oleh inilahcom
Kamis 10 Juni 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) meminta semua pihak yang terlibat di industri logistik berpikir untuk kepentingan bersama.

Perjuangan untuk keberlangsungan usaha secara jangka panjang merupakan poin yang patut diapresiasi di tengah pandemi COVID 19 yang belum pasti kapan akan berakhir.

"Saya bicara industri logistik. Sekarang ini kan masih di era pandemi jadi sebetulnya kita semua harus sadar, sesadar-sadarnya bahwa situasinya belum normal. Jadi untuk tetap melangsungkan usaha ini agar tetap berjalan sebetulnya itu sebuah niat baik yang perlu diacungi jempol. Termasuk dalam hal ini, menurut pendapat saya khususnya Gojek yang terkait industri pengiriman adalah GoSend," ungkap Sekretaris Jenderal Asperindo Trian Yuserma.

Hal tersebut disampaikan Trian menyikapi adanya rencana 'mogok kerja' GoKilat yang merupakan mitra GoSend berkaitan dengan pemberlakuan insentif baru. Sebab GoSend merupakan bagian dari pelaku industri logistik yang sudah mendapatkan izin penyelenggaraan dari regulator dan merupakan anggota Asperindo.

"Harapan kami GoSend bisa menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat di tengah pandemi ini. Peran GoSend sangat strategis dan harus diakui karena ada perubahan perilaku pembelian konsumen yang beralih jadi by online. Ini yang harus dipertahankan dan terus dikembangkan," tuturnya.

Terdapat dua hal yang menurut Trian sangat penting untuk disadari semua pihak termasuk mitra GoSend berkaitan dengan situasi saat ini. Pertama, kata dia, prinsipnya Asperindo tidak tahu dan tidak campur tangan terhadap strategi bisnis masing-masing anggotanya, termasuk Gosend.

"Kita percaya bahwa manajemen Gojek memberikan kewajiban terbaik yang bisa diberikan dalam situasi sekarang ini. Saya yakin seyakin-yakinnya," ucapnya.

Kedua, Trian berharap kesadaran akan situasi sulit ini membuat para mitra Gosend tetap bersemangat dengan keterbatasan dan kemampuan yang ada. "Saya berharap mitra Gojek yang sekarang sudah menjadi anggota Asperindo itu bisa sebesar-besarnya memberikan manfaat terhadap perekonomian masyarakat. Harus lebih produktif agar kinerja dan pendapatan mereka juga ikut meningkat," pintanya.

Berkaitan dengan tarif maupun insentif, Trian menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan masing-masing perusahaan. Tidak ada ketentuan yang mengatur hal tersebut. "Tarif pengiriman itu tidak diatur pemerintah. Kecuali tarif penumpang diatur Kemenhub. Aturan pengiriman barang itu untuk industri yang anggotanya di bawah Asperindo diatur oleh perusahaan masing-masing. Jadi kompetisinya paripurna," terusnya.

Trian meyakini bahwa ke depan, tren pemesanan online akan terus tumbuh sehingga pengiriman yang dilakukan oleh mitra pengantar barang akan ikut meningkat. Atas dasar itu, menurutnya, penting untuk tetap serius menjalankan peran di industri dalam rangka menjaga produktivitas di tengah situasi sulit saat ini.

"Saya ingin mengajak ke semua pihak, ini sekarang masih pandemic yuk sama-sama menahan diri dan berpikir untuk kepentingan bersama. Mari berdoa pandemi segera berakhir. Kalau pandemi lama, saya juga tetap khawatir daya beli masyarakat dan industri menurun. Sehingga berdampak pada pemesanan-pemesanan," ujarnya.

Mulai 8 Juni ini GoSend menerapkan skema baru insentif atau bonus kepada mitra driver yang melayani pengiriman di hari yang sama (GoSend Sameday) di wilayah Jabodetabek dan Bandung. Adapun skema pendapatan pokok atau tarif per jarak tempuh tidak berubah.

Pendapatan pokok yang diterima mitra driver GoSend Sameday tetap merupakan yang terbaik di industri.

Penyesuaian skema insentif tersebut dilakukan supaya lebih banyak mitra driver bisa mendapatkan insentif. Melalui penerapan skema baru pemberian insentif ini, bonus diberikan per 1 kali pengantaran dibandingkan skema sebelumnya yaitu per 5 pengantaran. Selama ini mitra driver GoSend Sameday memperoleh penghasilan utama dari pendapatan pokok per jarak tempuh, kemudian baru ditambah insentif (bonus).

"Kebijakan penyesuaian dilakukan hanya terhadap skema insentif, sedangkan skema pendapatan atau tarif pokok per jarak tempuh bagi mitra driver tidak berubah. Langkah ini dilakukan untuk memberikan peluang yang lebih besar bagi lebih banyak mitra GoSend Sameday atau yang kerap disebut sebagai GoKilat, agar dapat memperoleh bonus harian," kata Vice President Corporate Communication Gojek Audrey Petriny. [tka]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA