Anak Muda Berperan Tingkatkan Kekebalan Komunal

IN
Oleh inilahcom
Selasa 15 Juni 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Seseorang dapat menjadi kebal dengan cara pulih dari infeksi sebelumnya atau melalui vaksinasi. Misalnya vaksinasi guna mengentaskan pandemi virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2).


Demikian disampaikan dr. Sandra Sinthya Langow Sp.PD - , dokter spesialis Penyakit dalam ( Rheumatologist) dari Siloam Hospitals Lippo Village, melalui edukasi secara live pada aplikasi Instagram, Senin (14/06/2021) di Karawaci,Tangerang.

Sementara beberapa individu tidak dapat menjadi kebal karena alasan medis, seperti imunodefisiensi atau imunosupresi, sehingga bagi komunitas seperti ini, kekebalan kelompok atau Herd Immunity, merupakan cara perlindungan yang sangat penting, setelah ambang atau angka tertentu tercapai.

Kekebalan kelompok terhadap COVID-19 diwujudkan dengan melindungi orang melalui vaksinasi, bukan dengan membiarkan masyarakat terpapar oleh patogen penyebab penyakit.

"Vaksin melatih sistem kekebalan tubuh untuk membuat protein yang melawan penyakit, yang dikenal sebagai 'antibodi'. Seperti yang akan terjadi ketika seseorang terpapar suatu penyakit. Vaksin bekerja tanpa membuat seorang sakit dan terinfeksi suatu virus. Orang yang divaksinasi dilindungi dari suatu penyakit yang menularkan patogen, hal tersebut akan memutus rantai penularan," kata dr. Sandra.

Menurut Sandra Sinthya dalam edukasinya yang diikuti 200 viewer tersebut, sebagian besar populasi masyarakat perlu divaksinasi untuk menurunkan jumlah keseluruhan virus yang terus menyebar di seluruh populasi.

"Hal yang paling efisien adalah vaksinasi covid kepada kelompok anak muda dengan rentan umur dimulai dari usia 18 tahun," imbuhnya.

Seputar vaksin Covid-19 generasi muda perlu mengenalinya. Tahapan dalam usaha pemerintah guna menahan laju penyebaran Virus corona, adalah Vaksinasi kepada masyarakat untuk rentan usia diatas 18 tahun pada beberapa waktu yang lalu merupakan langkah yang menggembirakan.

Pasalnya, data menunjukan bahwa 57% penderita atau yang terpapar Virus Covid-19 di Indonesia, adalah kelompok masyarakat dengan usia 31-59 tahun dan sangat berpengaruh mencapai herd Immmunity atau kekebalan komunal.

Adapun kekebalan komunal dapat dicapai jika telah memenuhi "Syarat Keamanan" dari lembaga terkait seperti BPOM, Kemenkes dan lainnya sesuai dengan jenis vaksin yang tersedia di Indonesia.

"Gunakan vaksin Covid-19 yang telah disediakan Pemerintah, termasuk melalui skema vaksinasi gotong royong. Kawula muda pun dapat menggunakan hal ini," tutur dr. Sandra Sinthya Langow Sp.PD, dokter spesialis Penyakit dalam (Rheumatologist) dari Siloam Hospitals Lippo Village.

Pada edukasi kesehatan di Live Instagram bertajuk "Vaksin Covid-19 Usia 18+" tersebut, dijelaskan pula manfaat vaksinasi Covid-19 antara lain, terbukti vaksin mampu mengurangi gejala berat apabila terpapar virus covid 19.Resiko kematian akibat terpapar namun telah menerima Vaksinasi adalah sangat kecil dan Menghambat virus Corona bermutasi, sebagaisalah satu usaha Virus untuk bertahan hidup.

"Syarat mendapatkan vaksin adalah kondisi tubuh sehat dan normal. Dan sama sekali tidak benar akan informasi ketika mendapat vaksin, virus Corona akan disusupkan kedalam tubuh. Karena pada dosis Vaksin, terdapat Virus yang sudah dimatikan yang bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh," pungkas Sandra Sinthya.

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA