https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   27 June 2021 - 20:55 wib

Kisah Peter Then, Pebisnis Kuliner Indonesia di AS

berita-profile

Inilah

0

0

Industri kuliner Asia di Amerika Serikat berkembang cukup pesat seiring semakin banyaknya masyarakat Asia yang tinggal di negeri Paman Sam itu. Hal itu menjadi peluang bagi Peter Then yang sukses dengan restoran masakan Indonesia.

Dia membuka restoran Borneo Kalimantan Cuisine dan tiga restoran lain bernama Uncle Fung Borneo Eatery.

Berkat keberhasilannya mengembangkan bisnis kuliner di Amerika itu, pria yang akrab disapa Koh Apung ini berhasil meraih penghargaan Michelin Guide. Untuk diketahui penghargaan Michelin Guide selama ini jadi panduan yang dikenal di seluruh dunia sebagai standar emas untuk peringkat dan ulasan restoran mewah.
Mendapatkan penghargaan itu, Peter Then mengungkapkan kebahagiaannya karena sudah dipercaya untuk pengembangan bisnis kulinernya di Amerika.

"Yang pasti saya sangat bahagia dengan penghargaan dari Michelin Guide ini, dimana memang fokus untuk memilih sajian Indonesia, Malaysia dan Singapura di restoran yang saya kelola. Kenapa kita memasukan nama Malaysia dan Singapura, karena kan saya dari Kalimantan yang dulu namanya Borneo. Kebetulan Kalimantan dan Malaysia dekat tuh dari segi rasa makanan-makanannya, jadi sekalian kita masukin sama Malaysia dan Singapura dan syukur Puji Tuhan sangat baik di apresiasi di sini," ungkap Peter dalam keterangannya.

Ditambahkan Peter, awal mula dirinya berbisnis di Amerika Serikat karena dorongan teman-teman dekatnya. Ditambah kejelian dirinya melihat kebutuhan konsumen menjadi kunci keberhasilan bisnis kuliner. Kemampuan menyesuaikan keinginan konsumen di negara multikultural dan meracik rasa makanan, diterapkannya sejak kali pertama membuka restoran.

"Awalnya itu saran dari orang-orang Indonesia yang tinggal di Amerika, teman dan kenalan. Mereka bilang, saya sudah cukup dikenal orang-orang Indonesia yang tinggal di Amerika sini. Menurut mereka bagus kalau buka restoran, pasti restorannya bisa ramai gitu. Jadi dipikir-pikir, wah boleh juga nih. Ya sudah dicoba gitu," ungkap Peter menceritakan awal mula dirinya berbisnis kuliner.

Peter sendiri sebenarnya tidak menyangka, bisnis kulinernya bisa berkembang seperti sekarang ini di Amerika. Lantaran kultur budaya Amerika dan Asia sungguh jauh berbeda. Dirinya sendiri awalnya menargetkan kulinernya ini bisa dinikmati oleh orang-orang Asia yang tinggal dan datang ke Amerika dan rindu akan makanan khas Asia.

"Targetnya dari awal bukan untuk orang Indonesia. Maksudnya tetap ada orang Indonesia yang akan datang tapi targetnya untuk untuk orang-orang lokal sini, orang Amerika sini. Karena orang Indonesia kan terbatas, orang sini lebih banyak gitu. Jadi targetnya lebih besar untuk konsumen Asia dan Amerika. Sekalian memperkenalkan ragam makanan Indonesia," tukasnya.

"Banyak pelanggan yang kasih saran, mereka bilang makanannya enak. Bisa dikembangkan ke kelas yang lebih baik. Dan yang bilang ini orang Amerika, jadi saya yakin konsep dan makanan yang kami kembangkan bisa diterima oleh mereka," tandasnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan