https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   02 July 2021 - 00:56 wib

Kenal Lebih Dalam tentang Ivermectin

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Obat ivermectin sudah digunakan di seluruh dunia selama 40 tahun dan digunakan oleh lebih dari 4 milyar manusia sebagai obat anti-parasitik.

Pada tahun 2012, penelitian menemukan bahwa ivermectin juga bisa menghalangi virus Zika, Dengue, West Nile, Influenza, HIV, dll. Maka pada tahun 2015, penemuan ivermectin dianugerahkan dengan Nobel Prize. Ivermectin juga menjadi salah satu obat yang masuk dalam daftar obat esensial WHO.

Dalam hal penanganan Covid-19, ivermectin telah digunakan di 33 negara, melalui 60 uji klinis dan melibatkan lebih dari 549 ilmuwan, serta 18,931 pasien dari berbagai negara.

Hasilnya luar biasa membuktikan bahwa ivermectin sangat efektif sebagai obat pencegahan maupun penyembuhan penyakit Covid-19.

Sebagai obat pencegahan, atau profilaksis, ivermectin efektif melawan Covid-19 rata-rata sebesar 85 persen, sebagai pengobatan dini 76 persen, dan dapat mengurangi tingkat kematian sebesar 70 persen.

Pada penelitian terbaru, hasil menunjukan ivermectin dapat menghalang perkembangan varian baru Covid-19 seperti varian asal Inggris, Vietnam dan India.

Menurut Dr Pierre Kory, Chief Medical Officer, FLCCC, bukti nyata dari segi kuantitatif maupun kualitatif yang menunjukan kemanjuran ivermectin sebagai obat melawan Covid-19 sangat luar biasa.

“Kami sudah memiliki data yang sangat banyak. Sudah tidak bisa lagi menyangkal dan beralasan untuk menunggu penelitian-penelitian dari negara berpenghasilan tinggi. Saatnya sekarang untuk dunia menggunakan ivermectin secara massal demi segera mengatasi pandemi Covid-19,” kata Pierre Kory, Jakarta, baru - baru ini.

FLCCC, adalah organisasi kemanusiaan  nirlaba yang berbasis di AS yang terdiri dari kumpulan dokter dan peneliti klinis ahli dunia yang terkenal. Misi FLCCC selama setahun terakhir adalah mengembangkan dan menyebarluaskan protokol perawatan paling efektif untuk Covid-19.

FLCCC telah menunjuk Sofia Koswara, dermawan dan pengusaha, sebagai Ketua FLCCC Alliance Indonesia; dan dr. Budhi Antariksa, Ph.D., Sp.P(K), Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Ivermectin di Indonesia, sebagai CEO FLCCC Alliance Indonesia.

Pembagian ivermectin di Indonesia sudah dilakukan antara lain pada tanggal 8 Juni 2021 oleh Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko, di beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Kudus, Demak, Sragen, Bangkalan hingga Kalimantan Barat.

“Selaku ketua HKTI, kami mengambil inisiatif untuk mengedarkan sebanyak 32,900 tablet melalui HKTI. Hasil sementara yang ditunjukan sangat baik dan terlihat efektif dalam menyembuhkan Covid-19. Di Kudus, pasien yang positif Covid-19 sudah bisa menjadi negatif rata-rata dalam waktu antara 7 sampai 10 hari,” ungkap Moeldoko.(tka)

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Empati

Pasien Covid Tak Harus Meninggal, Cukup Terapi Multivitamin

Dokter Estetika Amira Farahnaz, sudah 18 bulan berkutat dalam menangani pasien Covid-19. Tingkat
berita-headline

Viral

Sejumlah 1.195.740 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia

Indonesia kedatangan vaksin tahap ke-47 berupa produksi Pfizer sejumlah 1.195.740 dosis. Dengan k
berita-headline

Inersia

Manfaat Makan Ikan Tongkol dari Hasil Laut Indonesia

Ikan tongkol memiliki daging berwarna putih kehitaman yang memiliki nama latin Euthynnus affinis.
berita-headline

IXU

Kenali Perbedaan Penyakit Maag dan GERD

Suka bingung sakit maag atau gerd. Apa sih bedanya maag dengan Gerd?Jawaban:
berita-headline

Inersia

Situasi Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut di Indonesia saat Pandemi

Direktur Pelayanan Kesehatan Primer, drg. Saraswati, MPH mengatakan prevalensi permasalahan keseh