https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   27 July 2021 - 19:49 wib

Perkembangan Destinasi Wisata Dunia saat Pandemi

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta – Pariwisata dunia diyakini mulai bangkit seiring dengan banyak dibukanya berbagai destinasi wisata di berbagai negara.

Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah negara di Eropa, Amerika, hingga Asia mulai mengundang para pelancong untuk berkunjung ke negaranya dengan persyaratan tertentu.

Sejak munculnya Covid-19, dunia pariwisata seakan berhenti total. Semua destinasi pariwisata di seluruh dunia mengalami imbas dari ganasnya penyebaran virus yang pertama muncul di Wuhan, China tersebut.

Satu persatu lokasi wisata di seluruh negara terpaksa menutup diri untuk menyetop pergerakan virus tersebut. Tidak ada turis lagi yang datang, hal itu karena takut terpapar virus.

Ketakutan ini memang beralasan karena Covid-19 sangat ganas. Sejak muncul Covid-19 dua tahun lalu menyebabkan kematian lebih dari 4,1 juta orang di seluruh dunia.

Dampaknya dahsyat. Seluruh denyut nadi wisata dunia lumpuh. Okupansi hotel dimanapun merosot drastis. Bisnis restoran hancur.

Bisnis penerbangan remuk. Biro wisata banyak yang terkapar. Usaha souvenir dan turunannya juga mati.

Data Perserikatan Bangsa bangsa (PBB) menyebut kerugian ekonomi yang dialami bisnis pariwisata seluruh dunia akibat Covid-19 sekitar 4 triliun dollar.

Angka yang sangat fantastis. Sejumlah negara yang selama ini menggantungkan pendapatannya dari sektor pariwisata pun ikut tergerus.

Dua tahun berlalu, kini bisnis wisata tampaknya mulai mulai dihidupkan lagi. Setelah penularan Covid-19 sudah mulai menurun, sejumlah negara dengan terang-terangan membuka pintunya bagi pelancong.

Tentunya wisata dibuka dengan persyaratan tertentu yang ketat. Hal ini untuk menghindari merebaknya kembali Covid-19.

Finlandia mulai Senin (26/7) membuka diri bagi wisatawan asing. Finlandia tidak mensyaratkan tes usap ketika datang. Para traveler hanya perlu menunjukkan sertifikat vaksin covid 19.

Disyaratkan bahwa para wisatawan asing itu harus telah disuntik dosis vaksin terakhir minimal 14 hari sebelum hari keberangkatan mereka.

Selain itu,  Kroasia,  Yunani,  Islandia,  dan Ekuador juga telah membuka objek-objek wisatanya masing-masing.  Tentunya mereka juga menerapkan syarat wisatawan yang sudah divaksinasi.

Bagaimana dengan Indonesia? Tak dapat dipungkiri, kondisi Indonesia masih berjuang melawan Covid1-9 terutama varian Delta yang kini meneror seluruh wilayah Tanah Air.

Indonesia yang semula sempat bisa mengendalikan penyebaran Covid, pasca Lebaran lalu kembali merebak. Bahkan angkanya melebihi capaian tertinggi sejak Covid menyebar ke Indonesia.

Pemerintah mesih terus berupaya untuk membangkitkan Kembali bisnis wisata di Indonesia. Awalnya pada Juni dan Juli ini direncanakan akan dibuka wisatawan untuk turis asing.

Namun, dengan kondisi merebaknya virus Covid-19 rencana itu tertunda. Karena pada bulan Juli ini praktis pemerintah memberlakukan PPKM Darurat sehingga tidak memungkinkan pembukaan wisata secara longgar.

Sebelumnya pemerintah sempat mencanangkan program Work From Bali (WFB) dengan protokol Kesehatan (prokes) yang ketat untuk mendorong pariwisata domestik. Bahkan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno sempat berkantor di Bali.

Namun, dengan pemberlakuan PPKM Darurat, program tersebut distop sementara.

Co-Managing Director RCTI+ Valencia Tanoesoedibjo mengharapkan Indonesia segera terbebas dari pandemi. Sehingga dunia pariwisata bisa Kembali bangkit yang selanjutnya juga mengangkat ekonomi masyarakat.

Karena ada jutaan orang yang menggantungkan hidupnya dari bisnis pariwisata. Tidak saja di Bali, namun juga destinasi wisata lain di seluruh Indonesia.

‘’News RCTI+ akan selalu mendukung pemerintah melalui pemberitaan yang positif bagi bangkitnya pariwisata di Indonesia,’’ ungkap Valencia, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa, (27/07/2021).

Di era pandemi ini, pembukaan destinasi wisata harus dilakukan secara hati-hati dan penerapan prokes yang ketat untuk menghindari munculnya kluster baru Covid-19.(tka)

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

IXU

Peti Jenazah Covid-19 Dari Kardus Bisakah Dipakai?

Beredar video pendek mengenai peti mati bagi jenazah Covid-19 terbuat dari bahan kardus. Dalam ko
berita-headline

Viral

Menkes Tegaskan Daerah Tidak Perlu Simpan Stok Vaksin

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan terkait dengan penyimpanan stok vaksin
berita-headline

Viral

Sejumlah Perkembangan Terkini Pandemi COVID-19 di Dunia

Reuters merangkum sejumlah perkembangan terkini pandemi COVID-19 di dunia. Apa saja?
berita-headline

Inersia

Tetap Sehat di Tengah Pandemi, Yuk Ikuti Tips Olahraga di Rumah

Pemerintah kembali memperpanjang PPKM level 4 di Jawa dan Bali. Hal itu untuk menekan laju penula
berita-headline

Inersia

Enam Fenomena di Perkotaan Pascapandemi

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan enam fenomena yang terjadi di perkotaa