https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   29 July 2021 - 20:00 wib

Vaksin di Tempat Piknik, Solusi Raih Herd Immunity

Sesuai data yang dihimpun dari covid.go.id, Kamis, (29/07/2021), target sasaran vaksinasi covid-19 nasional mencapai 208.265.720.

Sekitar 45.734.912 capaian vaksinasi ke-1. Kemudian, 19.103.162 capaian vaksinasi ke-2.

Adapun tahapan yang dilakukan terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama, vaksin diberikan kepada 1.468.765 tenaga Kesehatan.

Tahap kedua, 21.553.118 vaksinasi untuk lansia, dan 17.327.167 kepada petugas publik. Selanjutnya, tahap ketiga 141.211.181 untuk masyarakat umum, dan 26.705.490 untuk usia 12-17 tahun.

Whats-App-Image-2021-07-29-at-18-48-29

Melihat target sasaran vaksinasi nasional yang sangat besar, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno,meninjau secara daring pelaksanaan sentra vaksinasi yang digelar di destinasi wisata Cicalengka Dreamland, Bandung, Jawa Barat, Rabu, (28/07/2021).

Sentra vaksinasi yang mengusung tema VANIC (vaksinasi asyik di tempat picnic) ini merupakan hasil kolaborasi Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cicalengka dengan Dreamland Cicalengka.

Sentra vaksinasi ini diperuntukkan bagi pelaku usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat umum dengan target 600 peserta vaksin.

Menparekraf Sandiaga Uno saat memberikan sambutan secara virtual, Rabu (28/7/2021), mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam membantu upaya pemerintah melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi, seperti yang dikutip dari keterangan pers yang diterima INILAHCOM.

Sehingga, sentra vaksinasi ini diharapkan dapat menekan laju penyebaran covid-19 dan membantu tercapainya herd immunity, khususnya bagi pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Terima kasih saya sampaikan kepada Cicalengka Dreamland dan Forkopimcam Cicalengka yang sudah ikut menyukseskan program nasional untuk mempercepat vaksinasi COVID-19,” kata Menparekraf Sandiaga.

Data Kemenkes per 27 Juli 2021 menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Barat yang sudah mendapatkan vaksin pertama sebanyak 5.618.449 orang atau sekitar 15 persen.

Sementara, empat provinsi dengan cakupan vaksinasi tertinggi yaitu DKI Jakarta, Bali, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Utara sudah di atas 50 persen.

Karena itu, Menparekraf mendorong Kabupaten Bandung menjadi leader di daerah Jawa Barat untuk melakukan percepatan vaksinasi covid-19.

“Ini karena efektivitas vaksinasi di beberapa negara ternyata terbukti mengendalikan pandemi. Dari pasien covid-19 yang sekarang terpapar, ternyata 80 persennya belum divaksin. Jadi, teman-teman tidak perlu ragu untuk ikut program vaksinasi,” katanya.

“Mari serbu sentra vaksinasi terdekat, terutama di Cicalengka. Mari bantu Indonesia bangkit melalui vaksinasi. Ayo para stakeholders berkolaborasi, tebarkan optimisme dan harapan, sehingga sektor parekraf segera bangkit dan pulih kembali,” ujar Sandiaga.

Vaksinasi Proteksi Diri

Direksi Cicalengka Dreamland, Rosyid Aziz, mengatakan program vaksinasi ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memproteksi diri agar terhindar dari covid-19.

“Menurut data saat ini, sudah ada 400 peserta yang terdaftar dalam program vaksinasi di Cicalengka Dreamland. Kita berharap ini menjadi satu langkah awal yang baik dalam mencapai kekebalan komunal  atau herd immunity,” kata Rosyid.

Sementara, Ketua Tim Percepatan Industri Pariwisata Kabupaten Bandung, Ilham Sunaryanto, menyatakan pihaknya siap membantu menyukseskan program vaksinasi di seluruh tempat wisata yang ada di Kabupaten Bandung.

Kami siap membantu mengoptimalkan program vaksinasi ini, tidak hanya di Cicalengka Dreamland, tapi di 122 tempat wisata di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Semangat Lawan Covid-19

Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Henky Manurung, menyarankan agar 122 tempat wisata tersebut dapat mengibarkan bendera merah putih, untuk menunjukkan semangat juang bersama melawan pandemi covid-19.

“Destinasi wisata populer seperti Kawasan Gunung Kidul di Yogyakarta, Kawasan Lembang Bandung, dan terakhir di Cicalengka Dreamland Kabupaten Bandung dengan Vaksin Asyik di tempat Piknik (VANIC), dan sepertinya destinasi wisata lain akan segera menyusul,” kata Henky kepada INILAHCOM, Jakarta, Kamis, (29/07/2021).

Berusaha seoptimal mungkin, seluruh destinasi wisata bisa menjadi tempat sentra vaksin yang baik.

“Kami tidak lagi bicara target, tapi lebih kepada ajakan kepada seluruh destinasi untuk bersama-sama berkolabor-aksi dalam membuat sentra vaksin di destinasi atau lokasi wisata masing-masing,” ujarnya.

Hasilnya sangat memuaskan, karena dapat mendorong minat masyarakat untuk mendapatkan vaksin dengan cepat.

“Berdasarkan pengamatan kami di lapangan, ternyata mampu meningkatkan minat masyarakat untuk divaksin. Kemenparekraf akan mendorong terus sentra vaksin seperti ini dan akan selalu memonitor penerapan protocol Kesehatan (5 M) yang ketat dan disiplin,” paparnya.

Kendala yang Dihadapi

Kendala dalam menjalankan program vaksinasi di tempat piknik tidak sedikit. Ini menjadi catatan penting yang perlu diperbaiki.

“Keterbatasan jumlah vaksin baik di Provinsi ataupun Kabupaten/Kota menjadi salah satu kendala yang ada di lapangan,” ujarnya.

Selain itu, adanya keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Kemenparekraf, tetapi, lanjutnya, karena kolaborasi yang kuat dari stakeholders Pariwisata dan EKonomi Kreatif, Kendala tersebut bisa sedikit teratasi.

Solusi Permudah Akses Vaksin Covid-19

Guru Besar FKUI Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan, yang terpenting saat ini adalah bagaimana pemerintah semakin memperbanyak akses vaksinasi covid-19.

“Kalau menurut saya, vaksinasi covid-19 semudah mungkin diberikan kepada orang. Sehingga semakin banyak orang mudah mengakses tempat vaksin, semakin cepat tercapai herd imunity,” kata mantan Direktur WHO Asia Tenggara, kepada INILAHCOM, Jakarta, Kamis, (29/07/2021).

Ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dari akses tempat vaksinasi.

Pertama, adalah memberikan tempat vaksinasi dengan mempermudah orang untuk dimana saja dia berada.

“Misalnya, dekat dengan rumahnya, dekat dengan tempat kerjanya. Jadi sebisa mungkin tidak terlalu jauh dan menghindari adanya penumpukan,” ungkap mantan Dirjen P2P Kemenkes RI.

Faktor kedua adalah, fasilitas pelayanan Kesehatan (fasyankes) terus digenjot untuk memberikan vaksinasi.

“Misalnya fasyankes yang biasa memberikan vaksin ke anak-anak. Itu juga bisa menjadi sarana untuk pemberian vaksinasi. Mungkin tinggal diatur bagaimana manajemen pendistribusian vaksinnya,” tambah mantan Kepala Balitbangkes itu.

Ketiga, menggunakan tempat wisata bisa saja. Sebab, mempermudah cakupan tempat vaksinasi.

“Yang berbeda adalah bagaimana mengaturnya agar tidak menjadi penumpukan,” ungkapnya.

Raih Herd Imunnity

Banyaknya tempat vaksin diharapkan bisa mempercepat capaian herd immunity, salah satunya dengan pelaksanaan vaksin di destinasi wisata.

“Tentu saja. Semakin banyak sentra vaksin tercipta, akan semakin banyak masyarakat yang tervaksinasi dan ini pasti mempercepat pencapain herd immunity,” jelas Henky. [rok]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan