https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   30 July 2021 - 16:19 wib

Peneliti Astrazaneca Ungkap Hoaks Chip Vaksin

Kabar tentang vaksinasi covid-19  berkembang dengan cepat dan banyak menjadi hoaks di tengah masyarakat. Salah satunya adalah tentang chip yang dimasukkan ke dalam vaksin covid-19.

Indra Rudiansyah sebagai salah satu peneliti vaksin Astrazaneca sangat menyayangkan adanya kabar tersebut. Baginya, membuat vaksin sangat sulit hingga menjadi sebuah dosis yang sempurna.

“Bukan vaksin yang berbahaya, melainkan berita-berita menyesatkan yang membahayakan. Masyarakat yang sudah teredukasi bisa menghindari berita-berita yang bohong. Oleh sebab itu, kita harus melindungi masyarakat yang masih belum paham terkait vaksin. Dengan memberikan edukasi tentang vaksin agar tidak menyesatkan,” kata Indra saat temu media virtual, Jakarta, Jumat, (30/07/2021).

Vaksin mengandung bahan sebagian protein virus atau virus yang sudah dimatikan. Ada juga komponen tambahan yaitu larutan penyangga yang bisa menstabilkan virus tersebut agar tidak mudah hancur dan juga untuk menyeimbangkan dengan cairan di dalam tubuh.

“Vaksin yang oral, ditambahkan gula untuk menstabilkan vaksin tersebut. Ada juga komponen yang dimasukkan agar vaksin tidak mudah rusak saat disimpan,” kata alumni Beswan Djarum sebagai penerima program Djarum Beasiswa Plus angkatan 2011/2012 dari Bakti Pendidikan Djarum Foundation itu.

Hoaks tentang microchip, bisa dikaitkan dengan Bill Gates. Masih menurut Indra, Latar belakang Bill Gates di bidang IT dan menjadi philanthropy yang mendukung vaksin. Dia punya foundation untuk program-program peningkatan kualitas hidup manusia atau CSR.

“Berita tentang microchip ini sangat meresahkan jadi dapat menjebak para masyarakat yang masih ragu untuk divaksin,” ujarnya.

Senada dengan Indra, dokter Ursula Penny Putrikrislia mengungkapkan secara gamblang alat suntik untuk vaksinasi sangat kecil dan tidak memungkinkan dalam memasukan chip ke dalam tubuh.

“Alat suntiknya kecil, hanya muat 1cc dan cairan yang digunakan untuk vaksin hanya½ cc. Chip tidak muat dimasukkan di dalam suntikkan, karena bentuknya benda padat sedangkan vaksin benda cair. Chip tidak bisa ditanamkan ke dalam tubuh melalui suntikan vaksin,” tegas dokter yang juga peneiram program djarum Beasiswa Plus itu. (tka)

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Polda Metro Jaya Terima Laporan Hoaks Terkait Megawati Sakit

Polda Metro Jaya menerima laporan dari anggota DPR Henry Yosodiningrat terkait dua akun media sos
berita-headline

Viral

Awas Hoaks, Susu Kental Manis Dilarang Diseduh dengan Air Panas

Belum lama ini publik dibuat ramai dengan pernyataan yang dikutip secara tidak akurat terkait him
berita-headline

Viral

Peran Pers Intens Tangkal Isu Hoaks Saat Pandemi

Dewan Pers mendorong pers intens mengambil peran dalam menangkal isu hoaks sesuai panduan yang ad
berita-headline

Viral

Studi: Interaksi Hoaks di Facebook Lebih Banyak Ketimbang Berita

Hasil studi terbaru dari Universitas di AS dan Prancis menunjukan misinformasi memiliki keterliba