https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   31 July 2021 - 14:32 wib

Varian Delta Plus Bisa Ditangkal Vaksin

Setahun lebih covid-19 menyebar di dunia. Virus tersebut bahkan menyebabkan pandemi di dunia.

Pada dasarnya, sifat virus terus bermutasi. Covid-19 juga terus bermutasi dan menghasilkan varian delta.

Dua bulan belakangan, varian delta membuat rumah sakit di Indonesia kewalahan. Lonjakan kasus covid-19 meningkat tajam.

Angka kematian pun meningkat. Ini juga membuat pemerintah mengeluarkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat) level 4 pada awal Juli, dan berlanjut pada PPKM level 4 dengan perlonggaran bertahap hingga kini.

Belum usai varian delta, kini covid-19 bermutasi menjadi varian delta plus. Meski begitu, masyarakat diharapkan jangan khawatir terhadap hal tersebut karena yang terpenting adalah melindungi diri dengan vaksinasi covid-19 dan menjalankan protokol Kesehatan (prokes) yang ketat.

Lantas apakah varian delta plus bisa ditangkal oleh vaksin covid-19? Salah satu peneliti vaksin Astrazaneca menjelaskan hal tersebut secara rinci.

“Beberapa jurnal ilmiah melakukan studi yang dilakukan di lab. Menyatakan bahwa vaksin masih tetap efektif melawan beberapa varian yang ada, hanya ada sedikit penurunan melawan varian tersebut,” kata Indra Rudiansyah salah satu peneliti vaksin Astrazaneca saat temu media virtual, Jakarta, Jumat, (30/07/2021).

Vaksinasi yang ada, masih menurut Indra, pada dasarnya memberikan seseorang pembentukan kekebalan tubuh terhadap virus yang menyebabkan pandemi itu.

“Kita juga masih menerka efek lebih lanjut selain pembentukkan kekebalan dalam tubuh,” ungkap penerima program Djarum Beasiswa Plus angkatan 2011/2012 dari Bakti Pendidikan Djarum Foundation.

Perbedaan Gejala Covid-19 Varian Delta dan Delta Plus

Perbedaan yang paling mencolok dari varian delta dengan delta plus adalah bentuk mutasinya. Kecepatan penularan varian delta plus dianggap sama cepatnya dengan varian delta.

“Varian delta memiliki kecepatan penularan yang lebih cepat dibandingan varian sebelumnya. Sekarang ada varian delta plus, sama saja dengan varian delta biasa,” ungkap dr. Ursula Penny Putrikrislia, saat temu media virtual fakta seputar vaksin dan upaya menuju kekebalan komunal, Jakarta, Jumat, (30/07/2021).

Untuk mencegahnya, yang paling penting adalah melakukan protokol Kesehatan. Sehingga, mau apapun jenis variannya, yang paling penting itu adalah vaksin dahulu.

Dihimpun dari berbagai sumber, orang yang terpapar oleh Delta memiliki gejala demam, batuk, kehilangan penciuman atau rasa, sakit tenggorokan, nyeri otot, diare, dan mual.

Delta Plus, gejalanya yaitu batuk, diare, demam, sakit kepala, ruam kulit, perubahan warna jari tangan dan kaki, nyeri pada dada, sesak napas, sakit perut, mual, dan nafsu makan hilang.

69-C03-F82-963-D-4913-91-A8-8-FB2-D0-B6-D0-EC

 

Solusi, Jangan Pilih-pilih Vaksin

Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Prof Tjandra Yoga Aditama kepada INILAHCOM, Jakarta, Sabtu, (31/07/2021), menegaskan, capaian vaksinasi harus terus ditingkatkan. Untuk mencapai target sasaran vaksinasi nasional 208.265.720, pemerintah harus terus konsisten.

“Target yang satu atau dua juta per hari harus dapat terlaksana secara konsisten. Juga cakupan vaksinasi pada Lansia yang masih belum optimal harus dimaksimalkan,” papar Mantan Direktur WHO Asia Tenggara itu.

Penanganan pada varian delta dan varian baru lain juga harus ditingkatkan agar tidak membuat angka kematian naik.

“Untuk ini maka jumlah pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) atau (pengawas perkembangan mutase virus) di negara kita harus ditingkatkan agar kita tahu persis varian-varian apa saja yang ada dan di antisipasi penanganannya dengan lebih baik,” tambah mantan kepala Balitbangkes itu.

Masyarakat yang mendapatkan vaksinasi segera aktif mencari tempat pelayanan vaksin covid-19 yang terjangkau dari tempat tinggal dan lokasi bekerja. Karena vaksin yang terbaik adalah vaksin yang ada dan tersedia saat ini.

“Jangan takut untuk vaksin, karena para nakes (tenaga Kesehatan) dengan siap sedia untuk membantu KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang ringan, sedang atau berat sampai dua minggu pasca vaksin. Kami ada pencatatan dan evaluasi,” papar Ursula yang juga penerima penerima program Djarum Beasiswa Plus itu. [rok]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

IXU

Peti Jenazah Covid-19 Dari Kardus Bisakah Dipakai?

Beredar video pendek mengenai peti mati bagi jenazah Covid-19 terbuat dari bahan kardus. Dalam ko
berita-headline

Viral

Menkes Tegaskan Daerah Tidak Perlu Simpan Stok Vaksin

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan terkait dengan penyimpanan stok vaksin
berita-headline

Inersia

Siap Pembelajaran Tatap Muka, Waspada Long Covid-19 pada Anak

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah dimulai Senin, 30 Agustus 2021 di beberapa daerah di kaw
berita-headline

Viral

Kata Pakar Kesehatan Soal Tren Kasus Menurun, Maksimalkan Vaksinasi

Tren kasus terkonfirmasi positif covid-19 belakangan menurun. Menurut Ketua Bidang Data dan Tekno
berita-headline

Viral

Dua Hari Berturut-turut, Kasus Positif COVID-19 Bertambah 10.000

Selama dua hari berturut-turut, kasus positif COVID-19 mengalami k