https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   03 August 2021 - 14:48 wib

Tak Perlu Khawatir Jika Terlambat Vaksin Kedua

Berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli, dibutuhkan penyuntikan dua dosis vaksin COVID-19 bagi setiap individu guna menciptakan kekebalan tubuh yang optimal.

Rentang waktu penyuntikan dosis pertama dan dosis kedua, serta dosis pemberian vaksin berbeda-beda sesuai dengan rekomendasi untuk setiap jenis vaksin yang digunakan.

Vaksinasi merupakan salah satu upaya penting dalam penekanan laju penyebaran virus. Untuk itu, Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan laju vaksinasi yang saat ini berada di angka 1 juta-1,25 juta setiap harinya.

Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan vaksinasi, termasuk untuk penyuntikan dosis kedua yang saat ini sedang terjadi di beberapa daerah dikarenakan ketersediaan vaksin.

Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan meskipun pemerintah terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi, namun tidak menutup kemungkinan akan terjadi tantangan di tengah jalan, misalnya terkait dengan ketersediaan vaksin.

Ada beberapa daerah yang terlambat menerima vaksin untuk penyuntikan dosis kedua.

''Keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli, masih aman dan tidak akan mengurangi efektivitas vaksin pertama sehingga antibodi kita masih dapat terbentuk dengan optimal melawan virus COVID-19,'' katanya, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Selasa, (03/08/2021).

Untuk vaksin Sinovac, jarak penyuntikan dosis satu ke dosis dua adalah 28 hari, sementara vaksin AstraZeneca dua sampai tiga bulan. Sementara bagi penyintas dapat divaksin setelah tiga bulan dinyatakan sembuh.

Untuk penyintas yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama sebelum dinyatakan positif, maka bisa melanjutkan vaksinasi dosis kedua setelah sembuh tiga bulan. Tidak perlu mengulang.

Pemerintah telah mendistribusikan 86.253.981 dosis vaksin dan 67.884.947 dosis telah digunakan di 34 provinsi.

Vaksinasi merupakan upaya tambahan untuk melindungi seseorang dari potensi penularan COVID-19, sehingga protokol kesehatan mutlak tetap dilakukan untuk memberikan perlindungan yang optimal.(tka)

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Kemenkes Lakukan Audit Vaksinasi COVID-19 Untuk Cegah Penyimpangan

Kementerian Kesehatan menggandeng BPKP dan berbagai pihak untuk melakukan audit secara berkala un
berita-headline

Viral

Angka Pasien COVID-19 di RS Rujukan Pemprov DKI Jakarta Turun Signifikan

Penurunan jumlah pasien COVID-19 di rumah sakit rujukan Pemprov DKI Jakarta terus mengalami penuruna
berita-headline

IXU

Peti Jenazah Covid-19 Dari Kardus Bisakah Dipakai?

Beredar video pendek mengenai peti mati bagi jenazah Covid-19 terbuat dari bahan kardus. Dalam ko
berita-headline

Viral

Perjuangan Indonesia Dapatkan Vaksin COVID-19, Dicueki Swasta Hingga Jadi Top Six Vaksinasi Dunia

Menteri BUMN Erick Thohir menceritakan perjuangan Indonesia
berita-headline

Viral

Penerima Vaksin Lengkap di Indonesia Kini Capai 36,3 Juta Orang

Penerima vaksinasi lengkap COVID-19 (dosis pertama dan kedua) di Indonesia hingga hari ini, Rabu