https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   03 August 2021 - 20:36 wib

Fakta Nyeri Pinggang & Penanganan Dokter Saraf

berita-profile

Inilah

0

0

Nyeri atau merasakan ketidak nyamanan pada pinggang (low back pain) pada punggung bagian bawah, umumnya mengalami rasa sakit yang hilang timbul maupun terus menerus, pada salah satu sisi pinggang atau keduanya.

Sakit pinggang paling sering disebabkan oleh aspek mekanik, yakni cedera otot, sendi atau celah ruang saraf di area pinggang, bisa akibat posisi tubuh yang salah, mengangkat benda berat, atau melakukan gerakan secara berulang. Seiring pertambahan usia, nyeri di pinggang sering menjadi keluhan pasien, dan merupakan kasus poliklinik terbanyak ke dua, setelah penyakit influenza.

"Hampir 84 persen manusia, pernah mengeluhkan nyeri pinggang semasa hidupnya. Selain disebabkan oleh salah gerakan, posisi atau mengangkat beban berat, sakit punggung bawah ini juga dapat disebabkan oleh gangguan organ dalam seperti ginjal, saluran kemih, atau masalah tulang belakang," kata dokter spesialis bedah saraf, Michael Lumintang Loe dari Siloam Hospitals Palangkaraya, Senin (2/8/2021)
melalui zoom.

Michael menambahkan, keluhan nyeri punggung/pinggang, apabila dialami dengan gangguan buang air kecil, buang air besar atau kelemahan gerak kaki yang progresif memberat, maka harus ditangani sebagai keadaan darurat dan segera ditangani dokter.

“Nyeri pinggang/punggung sendiri dapat didefinisikan sebagai keluhan medis dengan keadaaan tidak nyaman, nyeri yang dirasakan pada daerah mulai dari bawah tulang belakang Thoracal hingga pantat,” ujar Michael.

Penyebab umum lainnya kata Michael yaitu, kompresi akar syaraf dan peradangan, kerusakan mekanis dan inflamasi tulang, perubahan degeneratif tulang, dan lainnya seperti Psikogenik, Reffered pain/nyeri organ dalamz

"Beberapa faktor resiko sebagai pencetus keluhan medis nyeri pinggang atau punggung diantaranya karena faktor kerja dan pekerjaan, gaya hidup, duduk terus menerus, kurang olahraga, bertambah usia, merokok, pelemahan otot pinggul maupun perut, faktor psikososial, stress dan kecemasan, obesitas, penyakit organ dalam dan penggunaan steroid kronis," tuturnya.

Michael melanjutkan, pengobatan sakit pinggang dapat disembuhkan apabila mendapatkan terapi yang tepat. Bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu operasi dengan beberapa cara dilakukan untuk meredakan rasa sakitnya, seperti mengompres area yang terasa nyeri atau sakit, mengistirahatkan pinggang dengan bantuan bantal, atau mengonsumsi obat pereda rasa sakit untuk memulihkannya.  90% disebabkan oleh mekanikal selain non mekanikal yakni tumor dst, serta nyeri karena organ dalam (Visseral).

"Pada era medis modern beberapa pilihan pemeriksaan dan tes memiliki akurasi yang baik, yaitu melalui lumbar Spine X-ray, CT Scan, MRI, Mylograms, Post Milographic CT scan, EMG/NCU dan Discograms dan Bone density test," katanya.

Melalui terapi pengobatan, kata Micahel, penyembuhan nyeri pinggang dapat dilihat hasilnya umumnya dalam dua minggu terdapat 70 persen perbaikan, lalu meningkat hingga 90 persen pada 6 Minggu. Sedangkan hanya 3 persen pasien yang yang tidak berhasil pada periode 6 hingga 12 Minggu fisioterapi membutuhkan tindakan operasi.

"Sebagai penutup presentasi, diingatkan pula mengenai tehnik pembedahan bervariasi tergantung pertimbangan letak patologi. Pembedahan dilakukan apabila terapi konservatif gagal, terjadi penurunan gejala klinis dan tanda kegawatdaruratan. Keberhasilan pembedahan sangat ditentukan oleh berbagai faktor, kondisi pre-operasi, dan team operasi dan rehabilitasi medis yang baik," tandasnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan